Mengenal Doa 4 Bulanan Lengkap Beserta Surat Pilihan untuk Ibu Hamil
Menyelenggarakan syukuran saat usia kandungan menginjak empat bulan menjadi wujud rasa syukur sekaligus permohonan terbaik bagi pasangan suami istri. Dilansir dari HaiBunda, momen ini bertepatan dengan fase ditiupkannya ruh ke dalam janin di dalam rahim.
Acara pengajian kerap digelar sebagai sarana memohon perlindungan dan kesehatan bagi calon bayi hingga proses persalinan nanti. Terdapat beberapa doa yang lazim dipanjatkan oleh para ibu hamil saat memasuki usia kandungan ini.
Janin yang memasuki usia 4 bulan berada dalam kondisi perkembangan yang krusial. Melangitkan doa menjadi ikhtiar agar Allah SWT senantiasa menjaga keselamatan kandungan.
Berikut adalah doa pertama yang dapat diamalkan:
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ مَافى بَطْنِ …..مِنَ الْجَنِيْنِ وَاجْعَلْهُ ذُرِّيَةُ طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا مُعَافَى عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِيًّا سَخِيًّا زَائِرًا لِلْحَرَمَيْنِ ِلاَدَاءِ النُّسُكَيْنِ بِرًّا لِلْوَالِدَيْنِ . اَللّٰهُمَّ اَحْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَأَةِ الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ وَالْحَدِيْثِ النَّبَوِىِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللّٰهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ الْوِلاَدَةِ وَارْزُقْهُ وَاُمَّهُ وَوَالِدَهُ السَّلاَمَةَ وَالسَّعَادَةَ وَالْعَافِيَةَ وَالشَّهَادَةَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا "
(Allahummah fadz maa fii bathnii… (sebut nama Bunda yang sedang hamil) minal janiini waj'alhu dzurriyyatan thayyibatan, waj'alhu waladan shalihan shahiihan mu'aataa, 'aaqilan haadziqan 'aaliman 'aamilan sa'iidan marzuuqan lil khairaati, ghaniyyan sakhiyyan zaa-iran ilal haramaini, li adaa-in nusukaini barran lil waalidaini. Allahuma ahsin khalqahu wa hassin shautahu li qiraa-atil qur'aanil kariimi, wal hadiitsin nabawiyyi bijaahi nabiiyika Muhammadin shallalaahu 'alaihi wasallam. Allahuma waffiqhu li thaa'atika wa husni 'ibaadatika. Allahuma sahhil khuruujahu 'indal wilaadati war zuqhu wa ummahu wa waalidahus salaamata was sa'aadata wal 'aafiyata wasy-syahaadata wa husnil khaathimah. Rabbanaa hablanaan min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata aiyuunin waj'alnaa lil muttaqiina immamaa).
Artinya: "Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang bersemayam dalam perut… (nama Bunda), hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan menjadikannya sebagai anak yang saleh, yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas, yang pandai, yang mengamalkan ilmunya, yang beruntung, yang dianugerahi rizki lapang, yang terbimbing pada perilaku-perilaku baik, yang kaya, yang dermawan, yang berkunjung ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan bentuk ibadah (haji dan umrah) dan yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Ya Allah, baguskanlah dia dalam bentuk rupa dan akhlak, dan baguskanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran Alkarim dan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah, hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau berikan rezeki padanya, dan kepada ibu-bapaknya keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan, ke-syahid-an dan berakhir dengan baik (husnul khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertakwa."
Doa kedua bersumber dari Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 36:
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(Falammaa wa dho'atha qolat robbi innii wa dho'tuha untsaa walloohu 'alamu bima wadhoat walaisadz dzakaru kal unstaa wainnii sammaituha maryama wa innii u'idzuha bika wadzurriyyataha minasy syaitoonirrojiimi).
Artinya: "Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk". (QS. Al-Imran: 36)
Pilihan doa ketiga yang bisa dipanjatkan:
اَللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِىْ مَادَامَ فِى بَطْنِىْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُما شِفَاءً لَقاؤُما شِفَاءً لَقاؤُماً اَللهُمَّ صَوِّرْهُ حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ اِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِىْ وَقْتَ وِلاَدَتِىْ سَهْلاً وَّتَسْلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وافصح لسانه واحسن صوته لقراءة الحديث والقرآن ببركة محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.
(Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin).
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah, bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."
Tujuh Surat Al-Qur'an Pilihan Saat Hamil 4 Bulan
Membaca ayat suci Al-Qur'an secara rutin dapat membantu melancarkan masa kehamilan. Terdapat tujuh surat yang direkomendasikan untuk dibaca oleh ibu hamil.
1. QS Al-Ikhlas
Surat makkiyah yang terdiri atas empat ayat ini berkhasiat membantu menjaga ibu hamil dari penyakit hati serta memberikan perlindungan dari Allah SWT.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
Qul huwallaahu ahad.
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
Allaahusshomad.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
Lam yalid wa lam yuulad.
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
2. Ayat Kursi
Ayat ini memiliki keutamaan besar dalam menjaga keselamatan kandungan.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ wَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."
3. QS Al-Mulk (Ayat 1-20)
Membaca permulaan Surat Al-Mulk mengingatkan manusia akan keagungan ciptaan Allah SWT.
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr(un).
Artinya: "Maha Berkah Dzat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,"
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْZُ الْغَفُوْRُۙ
Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā(n), wa huwal-'azīzul-gafūr(u).
Artinya: "yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتِNْ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْRِ
Allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji'il-baṣara hal tarā min fuṭūr(in).
Artinya: "(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?"
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا wَّهُوَ حَسِيْRٌ
Ṡummarji'il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr(un).
Artinya: "Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya)."
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْNَ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْRِ
Wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr(i).
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."
وَلِلَّذِيْNَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْRُ
Wa lil-lażīna kafarū birabbihim 'ażābu jahannam(a), wa bi'sal-maṣīr(u).
Artinya: "Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali."
اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا wَّهِيَ تَفُوْRُۙ
Iżā ulqū fīhā sami'ū lahā syahīqaw wa hiya tafūr(u).
Artinya: "Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara."
تَكَادُ تَمَيَّZُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْRٌۙ
Takādu tamayyazu minal-gaiẓ(i), kullamā ulqiya fīhā faujun sa'alahum khazanatuhā alam ya'tikum nażīr(un).
Artinya: "(Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, "Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?"
قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْRٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْRٍ
Qālū balā qad jā'anā nażīr(un), fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai'(in), in antum illā fī ḍalālin kabīr(in).
Artinya: "Mereka menjawab, "Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, 'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.'" (Para malaikat berkata,) "Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar."
وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْRِ
Wa qālū lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣḥābis-sa'īr(i).
Artinya: "Mereka juga berkata, "Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."
4. QS Al-Insyirah
Surat ini memberikan ketenangan spiritual bagi ibu hamil dalam menghadapi beban fisik selama mengandung.
1) أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2) وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
Artinya: dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ
Artinya: yang memberatkan punggungmu?
4) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Artinya: dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
5) فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6) إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7) فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
5. QS Ar-Rahman (Ayat 1-10)
Mengingat limpahan nikmat Allah SWT melalui bacaan Ar-Rahman membantu memperkuat rasa syukur pasutri.
ٱلرَّحْمَٰنُ
ar-raḥmān
1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,
عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ
2. Yang telah mengajarkan al Quran.
3. Dia menciptakan manusia.
عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
4. Mengajarnya pandai berbicara.
ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ
7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ
8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوزْنِ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ
9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
6. QS Al-Waqiah (Ayat 1-10)
Surat Al-Waqiah diamalkan dengan harapan agar keluarga diberikan kecukupan rezeki dan dijauhkan dari kesulitan hidup.
1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
Artinya: "Apabila terjadi hari Kiamat,"
2. لَيْسَ لِوقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
Artinya: "Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)."
3. خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
Artinya: "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."
4. إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا
Artinya: "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,"
5. وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
Artinya: "Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,"
6. فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا
Artinya: "Maka jadilah ia debu yang beterbangan,"
7. wَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
Artinya: "Dan kamu menjadi tiga golongan,"
8. فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Artinya: "Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,"
9. وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
Artinya: "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,"
10. وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ
Artinya: "Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)."
7. QS Yasin (Ayat 1-10)
Surat Yasin dibaca untuk mendatangkan kebaikan spiritual yang luas serta ampunan dari Allah SWT.
1. yā sīn. Yaa siin
2. wal-qur`ānil-ḥakīm. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3. innaka laminal-mursalīn. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
4. 'alā ṣirāṭim mustaqīm. (yang berada) diatas jalan yang lurus,
5. tanzīlal-'azīzir-raḥīm. (aswbg wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ
6. litunżira qaumam mā unżira ābā`um phahuum gāfilụn. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
7. laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ
8. innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
9. wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
10. wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Makna dan Hukum Syukuran 4 Bulanan
Menurut DR. Dr. H. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk dalam buku Panduan Kehamilan Muslimah, Allah SWT meniupkan ruh-Nya ke janin pada bulan keempat kehamilan. Secara spesifik, fase ini merujuk pada Surat Al-Mu'minun ayat 14 mengenai pembentukan makhluk yang berbeda.
Imam Rasjidi menyarankan agar syukuran diisi dengan bacaan surat pilihan seperti Surat Yusuf dan Surat Maryam. Tujuannya agar kelak anak yang dilahirkan memiliki kepribadian serta rupa yang baik.
Terkait hukum pelaksanaannya, Islam tidak mengatur ritual ini secara mendetail. Para ulama berpendapat aktivitas syukuran sah-sah saja dilakukan selama diniatkan untuk kebaikan dan menjauhi unsur syirik.
Landasan kebolehan ini merujuk pada Surat Al-A'raf ayat 189 yang mengisahkan doa Nabi Adam dan Hawa dalam memohon keselamatan calon anak mereka yang saleh saat kandungan mulai terasa berat.