Yield Pasar Surat Utang Negara Naik Terimbas Aksi Jual
Aksi jual mendominasi perdagangan di pasar surat utang negara (SUN). Kondisi tersebut memicu peningkatan imbal hasil atau yield pada mayoritas tenor, khususnya untuk jangka pendek dan menengah.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, data Bloomberg mencatat kenaikan paling signifikan terjadi pada yield tenor 1 tahun yang melonjak sebesar 8,7 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 7,29%. Lonjakan ini mencatatkan posisi tertinggi baru sejak September 2018.
Tren peningkatan imbal hasil turut melanda tenor lainnya. Yield untuk tenor 2 tahun mengalami kenaikan sebesar 2,3 bps menuju level 7,23%, sementara tenor 5 tahun bertambah 3 bps menjadi 7,12%, dan tenor acuan bergerak naik 2,4 bps ke posisi 7,18%.
Sebaliknya, tekanan jual tampak mulai berkurang pada sejumlah tenor jangka panjang. Yield tenor 20 tahun tercatat melemah 3,9 bps menjadi 7,18%, diikuti oleh tenor 13 tahun yang turun 2,2 bps ke level 7,291%, serta tenor 15 tahun yang merosot 1,6 bps ke angka 7,21%.
Pola pergerakan instrumen ini memperlihatkan bahwa para investor masih menaruh minat terhadap obligasi jangka panjang. Fenomena tersebut terjadi di tengah bayang-bayang ketidakpastian sentimen untuk jangka pendek.