YDBA Siapkan Strategi Ekspansi Pembinaan UMKM hingga 2028

Share

Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menyiapkan strategi ekspansi pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga 2028 di Jakarta pada Senin (8/6/2026). Langkah memperluas kolaborasi dengan lembaga pendamping ini dilakukan guna mendongkrak jumlah UMKM binaan serta memperluas dampak ekonomi nasional.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, YDBA tercatat mendampingi 1.975 UMKM di berbagai sektor usaha hingga 31 Desember 2025. Sektor kerajinan dan kuliner mendominasi dengan 949 UMKM (48%), diikuti sektor pertanian sebanyak 598 UMKM (30%), manufaktur 253 UMKM (13%), dan perbengkelan 175 UMKM (9%).

Meskipun porsi manufaktur hanya 13%, sektor ini menyerap tenaga kerja terbanyak mencapai 9.949 orang atau sekitar 63% dari total serapan kerja. Secara keseluruhan, terdapat hampir 15.800 tenaga kerja yang terlibat dalam seluruh lini usaha binaan yayasan tersebut.

Ketua Pengurus Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo menjelaskan bahwa program pembinaan ini dirancang secara komprehensif. Upaya ini bertujuan mengatasi tantangan kualitas produk, manajemen usaha, hingga akses pendanaan.

"Untuk program pembinaan UMKM yang dilakukan oleh Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra antara lain pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan," kata Rahmat pada Bloomberg Technoz, dikutip Senin (8/6/2026).

Pihak yayasan melihat peluang pengembangan ke depan masih sangat terbuka lebar. Hal tersebut didorong oleh masifnya digitalisasi dan kebutuhan integrasi pelaku usaha ke rantai pasok industri.

"Harapannya Yayasan Astra bisa menambah jumlah UMKM lebih banyak lagi. Salah satunya dengan strategi berkolaborasi dengan pembina UMKM, jadi Yayasan Astra juga dapat membina pembina UMKM," kata Rahmat.

Guna merealisasikan target roadmap hingga 2028, YDBA menerapkan fokus bertahap setiap tahunnya. Pada tahun 2026 difokuskan pada akselerasi jumlah UMKM aktif, tahun 2027 pada penguatan ekosistem, dan tahun 2028 ditargetkan menjadi National Center of Excellence.

Salah satu kisah sukses pembinaan ini dialami oleh Bengkel Autotama di Kabupaten Karangasem, Bali yang didirikan oleh I Wayan Sutama sejak 2004. Usaha yang awalnya berskala kecil dan sempat kehilangan montir utamanya ini mulai bangkit setelah bermitra dengan YDBA.

Sutama mulai menerima pembinaan manajemen, operasional, dan pengembangan sumber daya manusia sejak tahun 2010. Intervensi tersebut memicu ekspansi dengan pembukaan cabang kedua pada 2013 dan cabang ketiga pada 2017 hingga kini mempekerjakan 49 karyawan.

"Visi kami menjadi bengkel terlengkap dan terpercaya, dan menjadi pilihan kedua setelah bengkel resmi," katanya.

Pertumbuhan operasional ini berdampak langsung pada lonjakan omzet tahunan perusahaan secara signifikan. Pendapatan bengkel yang berada di angka Rp1,5 miliar pada 2022 naik menjadi Rp2,7 miliar pada tahun berikutnya, melampaui Rp3 miliar, hingga kini menembus Rp7 miliar per tahun.

Pelestarian Garam Tradisional Desa Les

Program pendampingan Astra juga menyentuh para petani garam tradisional di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Komunitas ini tetap mempertahankan metode pembuatan garam palungan menggunakan tanah dan air laut asli secara turun-temurun.

Penggerak atau Local Champion Desa Sejahtera Astra Les, Nyoman Nadiana menyampaikan bahwa garam lokal ini memiliki karakteristik rasa gurih yang khas tanpa rasa pahit. Proses produksi mengandalkan penyaringan air laut dengan kukusan di atas batang kelapa dan penjemuran alami.

"Produksi garam hanya bisa dilakukan 5 bulan dalam satu tahun. Itu karena produksi dilakukan hanya dengan menggunakan Cahaya matahari," sebutnya.

Dalam rantai pemasarannya, para petani mendapatkan bantuan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Les. Pihak Astra turut mengintervensi pada aspek peningkatan mutu kemasan dan model pembungkusan agar komoditas yang menghasilkan sekitar 25 kilogram per lahan ini bernilai jual lebih tinggi di masyarakat.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Astra UMKM YDBA
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author