Yassin Kosasih Sabet Podium Kelima ISTCR Mandalika dengan Mobil Cadangan
Pembalap Motu Jangkar Biru Motorsport, Yassin Kosasih, sukses mengamankan podium kelima pada ajang kejuaraan nasional balap mobil ISTCR 3600 kelas Non-Kejurnas di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, pada 13-14 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih menggunakan mobil cadangan BMW F30 yang kerap mengalami masalah teknis sepanjang balapan akhir pekan.
Dilansir dari otoviralnews.id dan rockomotif.com, mobil utama BMW F30 milik Yassin Kosasih masih berada di Jakarta untuk proses penyempurnaan karena keterlambatan pengiriman komponen piston dan ring piston custom dari Amerika Serikat. Akibat hambatan pengiriman yang diprediksi dampak konflik regional tersebut, tim terpaksa mempersiapkan mobil cadangan bermesin standar sejak hari Rabu sebelum balapan.
Masalah teknis berupa pengaktifan sistem safe mode mulai muncul sejak sesi latihan dan kualifikasi yang membuat mobil tidak dapat dipacu secara maksimal. Kendala ini memaksa Yassin Kosasih masuk ke dalam pit stop untuk penanganan darurat akibat kebocoran spray radiator sebelum akhirnya kembali melanjutkan balapan.
Manajer tim Jangkar Biru Motorsport, Andre Dumais, menyatakan bahwa target awal tim sejak awal kompetisi sebenarnya tidak terlalu tinggi.
"Untuk yang sekarang, sebenarnya target finish saja. Kalau podium, itu bonus," beber Andre Dumais, manager team Jangkar Biru Motorsport.
Yassin Kosasih menjelaskan kondisi mobil cadangan yang digunakan serta peran dari direktur teknik tim dalam mempersiapkan kendaraan tersebut.
"Sebetulnya, mobil yang saya pakai ini, kurangg layak buat balapan. Namun karena saya pengin ikut balap, mobil kemudian diurus oleh Andre Timothy selaku Direktur Teknik tim Jangkar Biru," ungkap Yassin Kosasih.
Ia menambahkan hambatan mendadak yang dialaminya ketika berada di tengah lintasan sirkuit sehingga harus mengurangi putaran mesin kendaraan.
"Save mode-nya tiba-tiba nyala ketika rpm agak tinggi, dan mendadak lajunya menjadi pelan. Nggak boleh lebih dari 2000 rpm. Akhirnya, saya pit stop untuk mobil diperiksa dan dibenerin. Sekitar 3-4 menit, saya masuk lintasan lagi," lanjutnya.
Yassin Kosasih tetap bersyukur karena kerja keras seluruh kru pada hari Sabtu masih membuahkan hasil podium.
"Minggu pagi, mobil dites oleh Direktur Teknik, eh rpm-nya turun lagi. Namun dengan semangat tinggi, saya tetap ikut putaran 2, harus bisa menahan diri untuk tidak gaspol, alhamdulillah kembali mendapat trofi sebagai juara 5 Non-Kejurnas," terang Yassin Kosasih.
Pembalap tersebut memproyeksikan kesiapan mobil utama untuk putaran selanjutnya demi performa balap yang lebih kompetitif.
"Harapannya, untuk next round Agustus mendatang, BMW F30 sudah ready for race. Kalau ini sudah jadi, saya optimistis dan baru berani gaspol," jelas Yassin Kosasih.
Dia juga menguraikan perbedaan setelan teknis antara mobil cadangan berspesifikasi baru dari workshop Alta Racing ini dengan mobil balap utamanya.
"Mobil balap F30 ini sebenarnya mobil cadangan. Karena unit yang utama milik saya masih belum rampung karena komponen piston dan ring piston baru tiba. Jadi akhirnya pakai BMW ini yang notabene menggunakan mesin standar ini dan telah mendapat settingan sejak Rabu lalu," ujar Yassin.
Perubahan batas aman putaran mesin tersebut menjadi strategi utama Yassin Kosasih agar mobil tetap bertahan hingga akhir balapan.
"Normalnya kalau di mobil balap yang utama, saya bermain di sekitar 7.000 rpm. Tapi karena mobil ini kerap safe mode, jadi saya harus menahan di sekitar 5.500 rpm. Tentu membuat mobil tidak bisa dipacu maksimal," jelasnya.
Setelah menyadari adanya kerusakan komponen radiator saat balapan berlangsung, Yassin Kosasih langsung mengambil tindakan antisipasi di pit.
"Saya putuskan masuk pit karena merasa ada masalah. Setelah dicek ternyata ada kebocoran pada spray radiator. Langsung diperbaiki sementara dan saya kembali ke lintasan," katanya.
Langkah bermain aman ini dipilih dengan penuh pertimbangan demi menghindari risiko gagal finis yang dapat merugikan perolehan poinnya.
"Kalau saya memaksakan dan akhirnya DNF, tentu saya kehilangan poin. Jadi saya memilih menjaga rpm agar tidak lebih dari 5.500 dan fokus membawa mobil sampai garis finis," tambahnya.
Sejak awal, Yassin Kosasih memang sudah mengesampingkan target podium utama karena menyadari keterbatasan persiapan kendaraan.
"Saya sudah menghilangkan ekspektasi untuk mengejar kemenangan. Yang penting bisa start, finis, dan tidak terkena masalah safe mode. Karena saya sadar ini bukan mobil utama dan persiapannya tidak maksimal," ujarnya.
Evaluasi menyeluruh tetap akan dijalankan oleh tim mekanik Jangkar Biru Motorsport guna mempersiapkan balapan seri kedua.
"Hasil hari ini cukup memotivasi saya untuk seri kedua. Secara umum mobil sebenarnya tidak ada masalah besar, hanya kami masih harus memastikan penyebab safe mode ini benar-benar teratasi," tutup Yassin.