Xiaomi Indonesia Garap Pasar Smart TV di Tengah Tren Smartphone
Xiaomi Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan lini smart TV di Tanah Air karena menilai televisi tetap menjadi pusat hiburan utama di rumah. Strategi ini disampaikan setelah media preview Xiaomi TV S Mini LED di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Perusahaan menyatakan bahwa tingginya konsumsi konten melalui smartphone dan tablet tidak menggantikan fungsi televisi. Perangkat mobile dan televisi dinilai saling melengkapi dalam satu ekosistem yang terhubung.
Head of PR Xiaomi Indonesia Abee Hakiim menjelaskan orientasi pengembangan perangkat hiburan tersebut di Indonesia.
"Kami tidak melihat satu perangkat itu bisa menggantikan yang lain. Semuanya bisa terkoneksi dan saling melengkapi perjalanan pengalaman pengguna," ujar Abee Hakiim, Head of PR Xiaomi Indonesia.
Konsep integrasi ini selaras dengan strategi ekosistem Human × Car × Home milik Xiaomi. Melalui skema tersebut, pengguna dapat melanjutkan tayangan konten dari smartphone ke tablet, lalu mengalihkannya ke layar TV di ruang keluarga menggunakan akun yang sama tanpa terputus.
Abee Hakiim menambahkan rincian mekanisme peralihan antarperangkat bagi para pengguna.
"Misalnya dia menonton di smartphone, kemudian pindah ke tablet. Setelah itu ingin menonton bersama keluarga di ruang keluarga menggunakan TV, tinggal melanjutkan tayangannya dengan akun yang sama," kata Abee Hakiim.
Permintaan terhadap layar besar juga dinilai terus meningkat seiring bertumbuhnya platform streaming over-the-top (OTT) dan media sosial. Selain hiburan, televisi masa kini difungsikan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan visual lain di rumah.
Optimisme Xiaomi turut didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menunjukkan sekitar 70 persen masyarakat Indonesia berusia lima tahun ke atas masih menonton televisi hampir setiap hari atau enam hingga tujuh hari dalam sepekan.
Abee Hakiim memaparkan alasan di balik keputusan Xiaomi dalam mempertahankan produksi televisi.
"Sebanyak 70% orang berumur lima tahun ke atas masih mengonsumsi TV setiap hari. Itulah mengapa kami juga masih terus mengeluarkan produk-produk TV yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia," ujar Abee Hakiim.
Langkah ekspansi smart TV ini sejalan dengan misi Innovation for Everyone dari Xiaomi, yaitu menghadirkan teknologi yang menyeimbangkan fitur, kualitas, serta harga bagi masyarakat Indonesia.