Wisatawan Asal Jakarta Tenggelam di Curug Ciparay Bogor
Seorang wisatawan asal Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur bernama Nadzar Fanani (31) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di objek wisata air terjun Curug Ciparay, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim penyelam dari SAR gabungan pada Minggu (7/6/2026) pagi setelah sempat dinyatakan hilang sejak hari sebelumnya.
Kabar mengenai identitas korban tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang yang memimpin jalannya operasi pencarian di lokasi kejadian. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh petugas sejak korban dilaporkan hilang di sekitar aliran pusaran air terjun tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Korban diketahui bernama Nadzar Fanani (31), seorang pengunjung (wisatawan) asal Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur," kata Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan laporan kronologi kejadian, korban awalnya dilaporkan hilang misterius saat tengah berenang di sekitar area air terjun pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 15.20 WIB. Tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian darurat pada hari itu juga, namun proses pencarian terpaksa dihentikan sementara menjelang tengah malam karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Korban diduga terseret arus saat berada di dekat pusaran air yang cukup deras. Saksi yang berada di lokasi melihat korban kehilangan kendali, sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan," kata Desiana.
Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu pagi, tim gabungan mengubah strategi dengan mengerahkan personel khusus untuk melakukan penyisiran di bawah air. Metode penyelaman tersebut mulai dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB di sekitar titik terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.
"Saat ditemukan posisi tubuh korban berada di dasar sungai dengan kondisi kaki tersangkut di sela-sela bebatuan, dalam kedalaman 3 meter di bawah permukaan air," ujar Desiana.
Setelah berhasil dilepaskan dari jepitan batu di dasar sungai, jasad korban langsung diangkat ke daratan oleh tim penyelam. Petugas di lapangan segera menyiapkan mobil ambulans untuk memindahkan jenazah dari lokasi wisata tersebut.
"Setelah berhasil dievakuasi ke darat, korban kemudian dimobilisasi menggunakan ambulans desa, menuju rumah duka untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.