Winato Kartono Lepas 17,24 Juta Saham EMAS Senilai Rp105 Miliar

Share

Komisaris PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), Winato Kartono, memdivestasi 17.249.300 lembar saham perseroan senilai Rp105,01 miliar pada 27 Juli 2026. Penjualan saham tersebut dilakukan dengan harga transaksi Rp6.088 per lembar.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada 30 Juli 2026, aksi pelepasan ini berstatus kepemilikan langsung. Transaksi tersebut mengurangi porsi kepemilikan saham Winato dari 548,77 juta lembar atau 3,72 persen menjadi 531,52 juta lembar saham atau setara 3,60 persen.

Pada penutupan perdagangan 29 Juli 2026, saham EMAS tercatat menguat 1,22 persen ke level Rp6.200 per lembar. Pergerakan harga saham berada di rentang Rp6.100 hingga Rp6.325 dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp91,33 triliun.

Penguatan saham EMAS terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,64 persen ke posisi 6.091,38. Sektor properti menjadi penyumbang penurunan terbesar setelah merosot 2,75 persen, disusul sektor industri yang terpangkas 2,67 persen.

Di sisi operasional, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk ini mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk Prospek Kolokoa per 1 Juni 2026. Deposit yang berjarak 500 meter dari Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo tersebut mencakup 42 juta ton mineral dengan kandungan 445 ribu ons emas.

Penemuan ini meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani sebesar 6 persen dari 7,0 juta ons menjadi 7,4 juta ons emas. Program penetapan sumber daya ini berlangsung selama November 2025 hingga April 2026 melalui pengeboran 54 lubang diamond drilling sepanjang 11.701,6 meter.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, memberikan penjelasan mengenai pencapaian eksplorasi tersebut.

"Dalam waktu enam bulan, kami berhasil menetapkan sumber daya mineral perdana yang mengandung 445 ribu ons emas. Hasil ini mendukung strategi pertumbuhan produksi jangka panjang Perseroan, termasuk rencana peningkatan produksi puncak hingga 500 ribu ons per tahun," kata Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk.

Pengujian metalurgi awal menunjukkan tingkat perolehan emas material oksida mencapai 87 hingga 94 persen, sementara material transisi sebesar 81 hingga 92 persen. Mineralisasi di Prospek Kolokoa dilaporkan masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut ke arah utara, selatan, maupun lapisan dalam.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Emas pasar modal saham
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author