William Saliba Jaga Lini Pertahanan Prancis di Piala Dunia 2026

Share

Bek Arsenal William Saliba sukses mengawal lini pertahanan Tim Nasional Prancis hingga membawa negaranya melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati serangkaian laga kompetitif. Ketenangan dan konsistensi Saliba di jantung pertahanan menjadi pilar penting bagi Les Bleus yang kini bersiap menghadapi Spanyol demi memperebutkan tiket ke babak final ketiga mereka secara berturut-turut. Berdasarkan statistik yang dilansir dari The Daily Mail pada 14 Juli 2026, Prancis dan Spanyol merupakan dua satu-satunya negara yang belum pernah tertinggal dalam pertandingan apa pun selama kompetisi musim panas ini.

Sebelum memastikan tempat di fase berikutnya, Prancis lebih dulu mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay dalam laga babak 16 besar di Philadelphia berkat gol penalti Kylian Mbappe.

Media Prancis L'Equipe memberikan apresiasi tinggi dengan menyematkan nilai 7/10 untuk performa Saliba yang dinilai sebagai pemain terbaik dalam pertandingan seketat itu. Data pertandingan menunjukkan Saliba berhasil menyelesaikan 95 persen operan, memenangkan empat dari enam duel udara, melakukan 10 sapuan, serta mencatatkan lima pemulihan bola sepanjang 90 menit.

Selepas pertandingan fisik yang menguras tenaga melawan Paraguay tersebut, sang pemain sempat melayangkan kritik terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tegas terhadap pelanggaran lawan. "I think the referee could have given a few yellow cards," ujar William Saliba.

Saliba menilai kartu kuning ekstra seharusnya bisa meredam tensi tinggi dan permainan agresif yang diterapkan oleh tim lawan sejak awal laga. "That maybe would have calmed them down a bit," kata William Saliba. Menurut sang bek, skuad Prancis sebenarnya sudah diwanti-wanti oleh tim pelatih mengenai gaya main provokatif Paraguay sehingga para pemain bisa tetap menjaga fokus di lapangan.

"We knew they were going to try to take us out of our match because the coach had prepared us three days before. Sometimes, of course, you can get angry as well. We are not going to let ourselves be pushed around, but we stayed focused," tutur William Saliba.

Saliba juga mengakui ketangguhan Paraguay yang sempat mengejutkan publik saat menumbangkan tim kuat Jerman pada babak sebelumnya. "Today, it was not easy," ucap William Saliba. Pemain berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa rapatnya organisasi pertahanan lawan membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan kreatif sejak menit awal.

"We knew what to expect, that it was not going to be easy, that they were not going to give us a lot of space," kata William Saliba.

Kondisi cuaca panas di stadion juga diakui mempersulit jalannya pertandingan karena timnya gagal mencetak gol cepat untuk mengamankan keunggulan. "They are a very compact team, who defend very well, and they beat a good Germany team. So we knew it was not going to be easy," jelas William Saliba.

Meskipun frustrasi dengan kepemimpinan wasit, Saliba memuji kedisiplinan rekan-rekannya yang tidak terpancing emosi hingga peluit panjang berbunyi. "They gave us nothing, they got into us, they tried to take us out of our game, but we stayed focused, we did not concede and we managed to score at the end of the match," ujar William Saliba.

Bagi pertahanan Prancis, pertandingan ketat tersebut dipandang sebagai ujian mental yang sangat berharga untuk fase krusial berikutnya. "Sometimes these are battles," kata William Saliba. Kemenangan tipis tersebut membawa Prancis melangkah ke babak perempat final untuk menghadapi Maroko pada 9 Juli sebelum akhirnya melaju ke semifinal.

"The match demanded that. We delivered a battle, we won the battle 1-0 and we qualified," pungkas William Saliba.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author