WIKA Bangun Infrastruktur Air Dukung Swasembada Pangan di Merauke

Share

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang berlokasi di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Seperti diberitakan oleh Detik Finance, pengerjaan infrastruktur oleh WIKA bersama Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) menjadi landasan utama bagi pembentukan pusat produksi pangan baru seiring dimulainya masa tanam padi. Kehadiran kawasan pertanian di Wanam menumbuhkan harapan bagi warga lokal yang selama ini masih mendatangkan pasokan beras dari luar wilayah agar dapat mandiri dan lebih sejahtera.

Keterlibatan WIKA dalam sektor pengairan diwujudkan melalui Proyek Pengendalian Banjir Wanam Paket 2 yang dikerjakan secara sinergis bersama Kementerian PU.

Fasilitas yang disiapkan mencakup pengerjaan jaringan irigasi primer, sekunder, serta tersier, bangunan air, sistem drainase, hingga penahan banjir demi menjaga suplai air lahan dan mencegah genangan. Corporate Secretary WIKA Ngatemin menyampaikan keberhasilan penanaman padi di Wanam merupakan momentum penting yang menunjukkan peran strategis infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Bagi WIKA, pembangunan infrastruktur di Wanam bukan sekadar membangun saluran air atau pengendali banjir, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan fondasi bagi tumbuhnya kawasan pertanian yang produktif. Bersama Kementerian PU, WIKA berkomitmen mendukung penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal agar aktivitas pertanian di Wanam dapat berjalan secara optimal," ujar Ngatemin dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026). "Dimulainya penanaman padi menjadi langkah awal menuju terwujudnya kemandirian pangan di Papua Selatan, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar," sambung Ngatemin.

Pemerintah turut memperkuat interkoneksi logistik melalui pembangunan Jalan Wanam-Muting sepanjang 138,5 kilometer (km) serta koridor Jalan Merauke-Kaliki-Nakias-Bade sejauh 206,2 km. Aksesibilitas kawasan juga ditunjang lewat jalur Wogikel-Wanam sepanjang 11,93 km demi mempermudah jalur distribusi panen dan mengaktifkan titik ekonomi baru di Papua bagian selatan. Memasuki awal Juli 2026, pengerjaan infrastruktur pengairan di kawasan Wanam telah menyentuh angka 27,36%, sedangkan sektor konektivitas jalan berada di posisi 22%.

Seluruh rangkaian proyek terintegrasi ini dirancang untuk menyokong keberlanjutan sektor agraris sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di wilayah Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author