WHO Deteksi Ratusan Kasus Ebola Bundibugyo di Uganda

Share

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan temuan hampir 600 dugaan kasus Ebola Virus Bundibugyo dan 139 kasus dugaan kematian terkait virus tersebut di Uganda pada Kamis (21/5/2026), dilansir dari Detik Health.

Lembaga kesehatan internasional tersebut memprediksi angka infeksi masih akan terus bertambah. Penularan virus ini dinilai sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya berhasil terdeteksi.

Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan setelah Pemerintah Uganda melaporkan adanya dua kasus positif Ebola yang terkonfirmasi di wilayah ibu kota negara, Kampala.

"Kami memperkirakan angka tersebut akan terus meningkat, mengingat lamanya virus ini telah menyebar sebelum wabah terdeteksi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Melihat eskalasi penularan tersebut, WHO resmi menetapkan status wabah ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Meski demikian, otoritas terkait menegaskan situasi saat ini belum dikategorikan sebagai darurat pandemi.

Karakteristik penyebaran virus ini mendapatkan perhatian dari praktisi medis karena pola penularannya yang spesifik dan tidak menyebar secara bebas di udara.

"Jadi, ini bukan kontak biasa, bukan melalui udara. Kita perlu memahami hal itu. Ini juga berkaitan dengan pembatasan perjalanan, yang sebenarnya tidak didukung dalam rekomendasi IHR (International Health Regulations)," ungkap Ahli penyakit menular, Prof Lucille H Blumberg.

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang tersedia untuk menangani virus langka berisiko tinggi tersebut. WHO kini memfokuskan upaya pada pencegahan penularan yang lebih luas di tengah situasi keamanan Uganda yang kurang kondusif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author