Waskita Karya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Lewat Pembangunan Bendungan
PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur berfungsi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah, seperti dikutip dari Detik Finance.
Melalui pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan infrastruktur sumber daya air, Waskita Karya mendukung penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, hingga pembangkit energi. Kehadiran infrastruktur tersebut juga memicu perkembangan kawasan wisata, pertumbuhan UMKM, peningkatan investasi daerah, dan penciptaan lapangan kerja.
Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan sejumlah bendungan di Tanah Air. Ia mengatakan seluruh bendungan tersebut merupakan investasi senilai Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini nantinya akan didukung teknologi dan benih terbaik sehingga negara bisa menghasilkan satu juta ton beras.
"Saudara-saudara, saya titip jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan baik, rawat dengan baik, pastikan bahwa air yang dibutuhkan sampai ke para petani," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan pembangunan 29 bendungan di berbagai wilayah Indonesia dalam 10 tahun terakhir mencerminkan komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai ekonomi. Keberhasilan pembangunan bagi Waskita Karya tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi dari besarnya nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan jangka panjang.
"Bendungan dan jaringan irigasi bukan sekadar proyek konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata, perikanan darat, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi di daerah. Setiap bendungan yang kami bangun diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang terus berkembang selama puluhan tahun dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. Inilah nilai tambah yang selalu kami upayakan dalam setiap proyek yang dikerjakan Waskita Karya," ujar Ermy.
Hingga kini, sedikitnya tujuh bendungan hasil karya Waskita telah berkembang menjadi destinasi wisata yang dikelola masyarakat dan pemerintah daerah. Di antaranya Bendungan Jlantah dan Bener di Jawa Tengah, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Marga Tiga di Lampung, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, serta Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur.
Keberadaan sejumlah bendungan tersebut mendorong aktivitas ekonomi baru seperti usaha kuliner, homestay, penyewaan perahu wisata, pusat oleh-oleh, jasa transportasi lokal, kawasan rekreasi keluarga, hingga pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Infrastruktur tersebut juga meningkatkan produktivitas pertanian melalui kepastian pasokan air, memperkuat sektor perikanan darat, serta meningkatkan ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri.
Salah satu contoh terbaru yaitu Bendungan Jlantah di kawasan wisata Tawangmangu dan Gunung Lawu. Bendungan ini memperluas daya tarik pariwisata Jawa Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata alam, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Potensi serupa juga terlihat pada Bendungan Bener yang terintegrasi dengan kawasan penyangga Destinasi Super Prioritas Borobudur. Kemudian ada Bendungan Karian yang memperkuat ketahanan air bagi jutaan masyarakat di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta Bendungan Temef yang menjadi tonggak pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
"Setiap bendungan yang dibangun Waskita Karya merupakan investasi jangka panjang yang menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan air, infrastruktur tersebut menjadi katalis investasi, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata. Inilah wujud peran Waskita Karya sebagai economic value creator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," jelas dia.
Sejalan dengan transformasi perusahaan, Perseroan semakin selektif dalam mengembangkan portofolio proyek yang memiliki manfaat ekonomi tinggi, skema pembiayaan sehat, serta nilai tambah jangka panjang.
Waskita Karya optimistis kebutuhan pembangunan bendungan, jaringan irigasi, infrastruktur ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, serta mega proyek nasional akan terus meningkat. Perseroan siap mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui infrastruktur yang produktif dan berkelanjutan.