Warren Buffett Sebutkan Prinsip Investasi dan Kritik Belanja AI Raksasa Teknologi
Warren Buffett, investor legendaris dan pimpinan Berkshire Hathaway, mengungkapkan prinsip investasi serta mengkritik lonjakan belanja modal perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI) yang mencapai ratusan miliar dolar AS.
Buffett menilai pengeluaran besar tersebut mirip gelembung spekulasi era rel kereta api abad ke-19 dan menekankan pentingnya kesabaran serta disiplin dalam investasi.
Prinsip investasi Buffett menekankan membeli saham dari bisnis yang benar-benar dipahami, menjaga margin of safety dengan membeli di harga jauh di bawah nilai intrinsik, dan memilih perusahaan dengan keunggulan kompetitif kuat.
"Risiko muncul ketika Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Buffett juga menegaskan pentingnya cadangan kas besar sebagai fleksibilitas investasi dan menghindari penggunaan utang berlebihan.
"Aturan pertama adalah jangan pernah kehilangan uang. Aturan kedua, jangan pernah melupakan aturan pertama," tutur Warren Buffett, Investor Legendaris.
Dalam surat tahunan 2013, Buffett menyarankan strategi alokasi dana 90/10 untuk investor ritel: 90 persen dialokasikan ke reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah dan 10 persen ke obligasi pemerintah jangka pendek.
"Investor biasa tidak butuh keahlian rumit itu. Secara keseluruhan, bisnis di AS telah berkinerja sangat baik dari waktu ke waktu dan akan terus begitu," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Berkshire Hathaway membeli 17,85 juta saham Alphabet dan menambah investasi 10 miliar dolar AS pada Juni 2026 karena melihat arus kas kuat dari perusahaan tersebut untuk menopang pembangunan infrastruktur AI.
"Dengan Google dan semua pesaingnya, mereka mengeluarkan ratusan miliar dolar. Itu uang nyata… Uang sebesar itu bahkan tidak pernah ada di bisnis rel kereta api," ungkap Warren Buffett, Investor Legendaris.
Buffett juga menegaskan pentingnya benteng pertahanan bisnis, seperti merek dan efisiensi biaya, yang dapat melindungi perusahaan dari persaingan.
"Dalam bisnis, saya mencari kastel ekonomi yang dilindungi parit pertahanan yang tidak dapat ditembus," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Cadangan kas besar memungkinkan respons cepat terhadap peluang saat koreksi pasar terjadi.
"Kas yang dipadukan dengan keberanian saat krisis adalah sesuatu yang tak ternilai," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Buffett menambahkan bahwa pasar saham memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada mereka yang sabar, serta mengingatkan agar tidak mempertaruhkan apa yang dimiliki demi sesuatu yang tidak diperlukan.
"Pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada mereka yang sabar," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
"Jangan pernah mempertaruhkan apa yang Anda miliki dan butuhkan demi memperoleh sesuatu yang tidak Anda miliki dan sebenarnya tidak Anda perlukan," tambah Warren Buffett, Investor Legendaris.
Dalam wawancara, Buffett juga menyinggung pentingnya integritas dalam perekrutan sumber daya manusia di era AI.
"Kami mencari tiga hal saat merekrut orang (yaitu) kecerdasan, inisiatif atau energi, dan integritas. Jika mereka tidak memiliki faktor yang terakhir (integritas), dua faktor pertama justru akan menghancurkan Anda," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Selain prinsip investasi dan kritik belanja AI, Buffett dikenal sebagai filantropis besar yang berencana menyumbangkan seluruh saham Berkshire Hathaway miliknya paling lambat 31 Desember 2034 kepada yayasan keluarga dan amal.
"Tentu saja, kematian tidak dapat diprediksi, tetapi sisa saham saya akan disumbangkan ke empat yayasan dengan satu atau lain cara paling lambat 31 Desember 2034," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Buffett yang kini berusia 95 tahun juga menyatakan dirinya beruntung dapat memulai investasi sejak usia muda dan memiliki keberuntungan dalam perjalanan hidupnya.
"Jika ayah saya seorang tukang ledeng, saya tidak akan memiliki keuntungan yang sama seperti yang saya miliki. Jadi saya sangat beruntung," ungkap Warren Buffett, Investor Legendaris.
Perjalanan investasi Buffett dimulai pada usia 11 tahun dengan membeli saham perusahaan gas alam Cities Service.