Warna Kulit Pisang Tentukan Khasiat dan Nilai Gizi untuk Tubuh

Share

Tingkat kematangan buah pisang dapat diketahui melalui warna kulitnya yang mencerminkan kandungan nutrisi di dalamnya. Setiap orang disarankan memperhatikan ciri visual tersebut agar memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Pisang menjadi buah tropis yang populer karena praktis, bernutrisi tinggi, dan mudah diperoleh. Kandungan seperti kalium, fosfor, magnesium, vitamin C, serta vitamin B6 di dalamnya berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, kekebalan tubuh, tulang, dan kelancaran metabolisme.

Perubahan warna pada pisang menunjukkan tahapan nutrisi yang berbeda. Dilansir dari Detik Food, terdapat tiga tahapan kematangan pisang yang memengaruhi zat gizi di dalamnya berdasarkan penjelasan para ahli dari situs Real Simple.

Pisang berwarna hijau menandakan kondisi yang masih mentah. Kulit hijau tersebut muncul akibat klorofil, sementara bagian dagingnya didominasi oleh zat pati dan memiliki kadar gula yang rendah.

Ilmuwan pangan Abbey Thiel, PhD, menjelaskan bahwa molekul pati ini yang membuat tekstur pisang hijau menjadi keras dan padat.

Ahli gizi Mellisa Jaeger menambahkan bahwa buah yang masih mentah ini menyimpan lebih banyak pati resisten. Serat tersebut sangat berguna untuk memelihara mikrobioma usus serta membantu mengontrol kadar gula darah.

Sebuah penelitian pada tahun 2021 membuktikan bahwa kadar serat pada pisang hijau jauh lebih tinggi dan akan menyusut seiring proses pematangan. Sebaliknya, kadar gula justru melonjak ketika buah mulai menguning.

Pisang Kuning yang Kaya Sumber Energi

Fase berikutnya adalah perubahan warna menjadi kuning yang menandakan pisang telah matang. Enzim pada kulit pisang mulai menghancurkan klorofil sehingga warna hijaunya menghilang.

Proses enzimatis ini mengubah zat pati menjadi molekul gula yang lebih kecil. Hal tersebut membuat rasa buah menjadi lebih manis sekaligus mengubah teksturnya menjadi lebih lembut.

Ahli gizi Wan Na Chun memaparkan bahwa pisang kuning kaya akan serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C. Pada kondisi matang ini, pisang menjadi sumber energi yang sangat baik dan lebih ramah bagi sistem pencernaan.

Pisang Cokelat yang Memiliki Rasa Sangat Manis

Tahap akhir dari kematangan ditandai dengan kulit yang dipenuhi bintik-bintik cokelat hingga menghitam. Kondisi ini menunjukkan buah sudah terlalu matang dan harus segera diolah sebelum membusuk.

Abbey Thiel menyebutkan bahwa bintik cokelat menandakan hampir seluruh zat pati telah terkonversi menjadi gula. Dampaknya, struktur buah menjadi sangat lunak dengan rasa manis yang pekat.

Perubahan zat gizi ini membuat kadar pati resistennya menjadi sangat rendah. Rasa manis alami dari pisang cokelat sangat ideal untuk bahan pembuatan kue, namun perlu diwaspadai karena berpotensi memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

Panduan Waktu Terbaik Mengonsumsi Pisang

Pemilihan tingkat kematangan pisang yang paling baik sangat bergantung pada tujuan kesehatan masing-masing individu.

Bagi orang yang memerlukan dampak glikemik rendah, pisang yang agak hijau menjadi opsi terbaik karena kadar patinya masih tinggi. Jenis ini juga paling cocok untuk mendukung kesehatan usus karena bakteri baik memerlukan pati resisten.

Sementara itu, pisang kuning merupakan pilihan tepat bagi yang memerlukan pasokan energi instan yang mudah dicerna oleh tubuh.

Wan Na Chun menyetujui bahwa pisang matang atau yang mulai berbintik cokelat tetap bernutrisi tinggi sebagai sumber karbohidrat, kalium, serat, serta vitamin yang melimpah.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: buah pisang kesehatan nutrisi
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author