Studi Ungkap Bahaya Paparan Plastik bagi Tekanan Darah Ibu Hamil
Penggunaan wadah plastik dan produk perawatan harian yang mengandung bahan kimia tertentu memicu perhatian riset kesehatan. Dilansir dari HaiBunda, paparan zat kimia dalam produk harian memiliki kaitan erat dengan kondisi kesehatan wanita saat mengandung. Salah satu zat yang disorot adalah phthalates, yaitu kelompok bahan kimia penambah fleksibilitas plastik.
Zat ini tergolong sebagai endocrine-disrupting chemicals (EDCs) yang berpotensi mengganggu fungsi sistem hormon di dalam tubuh manusia. Riset yang terbit di jurnal Environmental Research pada 2025 menunjukkan bahwa paparan phthalates pada trimester awal berkorelasi dengan lonjakan tekanan darah. Peneliti mengevaluasi metabolit dari 10 jenis phthalates pada urine milik 291 ibu hamil.
Temuan menunjukkan bahwa peningkatan paparan di-isononyl phthalate (DiNP) pada fase awal kehamilan menaikkan tekanan darah sistolik sebesar 1,13 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,90 mmHg.
Kondisi paparan DiNP tersebut berkaitan pula dengan kenaikan risiko Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP). Namun, para peneliti tidak menemukan kaitan yang signifikan secara spesifik terhadap timbulnya risiko preeklamsia. Hasil analisis ini menekankan adanya asosiasi antara paparan zat kimia dan dinamika tekanan darah, bukan keterkaitan kausalitas langsung. Penelitian sistematis pada 2023 terhadap 10 studi terdahulu juga mencatat dampak metabolit monoethyl phthalate (MEP) pada hipertensi kehamilan.
Bahan kimia phthalates dapat dijumpai pada beragam perlengkapan rumah tangga dan produk personal. Berikut beberapa sumber paparan yang kerap ditemukan dalam aktivitas harian: 1. Kemasan atau wadah pembungkus makanan tertentu.
2.
Produk olahan plastik yang menggunakan bahan pelunak.
3. Kosmetik serta produk perawatan tubuh pribadi.
4. Formula produk yang memanfaatkan wewangian buatan.
5.
Aneka peralatan pembersih dan perlengkapan rumah tangga.
Langkah Aman Mengurangi Paparan Kimia Plastik
Ibu hamil tidak perlu membuang seluruh perlengkapan dapur berbahan plastik. Pengurangan risiko paparan bahan kimia dapat dilakukan melalui beberapa kebiasaan sederhana dan realistis. Hindari memanaskan makanan panas atau berminyak di dalam wadah plastik.
Pindahkan makanan ke wadah berbahan kaca atau keramik sebelum dimasukkan ke dalam pemanas atau microwave. Pilihlah tempat penyimpanan yang sesuai dengan peruntukannya dan hindari pemakaian wadah retak atau rusak. Penggunaan botol minum berulang kali berbahan aman juga efektif mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.
Membaca label komposisi pada produk kosmetik dan perawatan diri sangat disarankan. Pilihlah produsen yang menyajikan transparansi bahan guna menghindari penggunaan phthalates secara berlebihan.
Pentingnya Pemantauan Tekanan Darah Secara Berkala
Tekanan darah saat hamil dipengaruhi oleh banyak faktor medis, sehingga paparan plastik bukan satu-satunya pemicu. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter atau bidan tetap menjadi langkah pencegahan yang paling utama.
Gangguan hipertensi dalam masa kehamilan sering kali muncul tanpa gejala awal yang nyata. Pemeriksaan rutin membantu tenaga medis memantau grafik tekanan darah agar tetap berada dalam batas aman.
Konsultasi medis harus segera dilakukan jika muncul gejala seperti sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri perut atas, atau pembengkakan mendadak. Langkah pencegahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif dibandingkan rasa cemas berlebihan.