Ribuan Warga Amerika Serikat Sakit Akibat Infeksi Parasit Selada
Sebanyak lebih dari 3.000 warga di Michigan dan Ohio, Amerika Serikat, dilaporkan jatuh sakit akibat infeksi parasit Cyclospora setelah mengonsumsi sayuran hijau jenis selada hingga Senin (14/7/2026).
Para korban mengeluhkan gejala diare parah, dan otoritas kesehatan setempat kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pemicu wabah tersebut. Lonjakan kasus siklosporiasis ini dilansir dari Detik Health, di mana pihak berwenang Michigan menyatakan bahwa jenis selada, produsen, maupun pemasok spesifiknya masih belum dapat dipastikan hingga saat ini.
Penyelidikan intensif terus berjalan guna menemukan sumber utama dari penyebaran wabah yang meluas di dua negara bagian tersebut.
"Informasi awal menunjukkan selada merupakan produk yang paling sering muncul selama investigasi," kata Kepala Eksekutif Medis Michigan, Dr Natasha Bagdasarian, dalam keterangannya, Senin (14/7/2026).
Berdasarkan data resmi terbaru, Michigan mencatat sebanyak 2.640 kasus siklosporiasis dengan 44 pasien yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, otoritas kesehatan Ohio melaporkan 361 kasus yang terdeteksi sejak 1 Juni, dengan sedikitnya 46 pasien harus menjalani rawat inap.
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) per 10 Juli menunjukkan infeksi Cyclospora telah dilaporkan di 31 negara bagian. CDC mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah kasus yang signifikan dalam dua pekan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Meskipun demikian, jumlah kasus nasional yang berhasil diverifikasi secara resmi oleh CDC baru mencapai 843 kasus sejak 1 Mei karena proses analisis laboratorium yang rumit masih terus berlangsung. Cyclospora sendiri dikenal sebagai parasit mikroskopis yang menyerang saluran pencernaan manusia dan memicu gejala seperti kram perut, mual, serta penurunan berat badan.