Wanita Inggris Alami Gagal Ginjal Kronis Akibat Autoimun
Seorang wanita berusia 28 tahun asal Wilmslow, Cheshire, Inggris bernama Ellen Swarbrick didiagnosis mengidap penyakit gagal ginjal kronis stadium lanjut akibat kondisi autoimun setelah sempat mengira gejala pembengkakan di wajahnya hanyalah alergi musiman biasa.
Kondisi gangguan fungsi ginjal tersebut memicu penumpukan cairan yang membuat wajahnya membengkak sejak musim semi 2022, seperti dilansir dari Detik Health yang mengutip media Inggris The Sun pada Kamis (21/5/2026).
Ellen Swarbrick awalnya menduga pembengkakan tersebut dipicu oleh alergi serbuk bunga dan berupaya meredakannya menggunakan obat antihistamin.
"Saya pikir itu hay fever karena saat itu musim panas. Bengkaknya biasanya turun saat malam, jadi saya merasa antihistamin bekerja," kata Ellen Swarbrick.
Penumpukan cairan di area wajah tersebut terjadi akibat posisi tubuhnya saat beristirahat.
"Ketika tidur datar, cairan menumpuk di wajah. Saat saya berdiri, cairannya bergerak turun ke tubuh," ujar Ellen Swarbrick.
Selain pembengkakan wajah, Ellen Swarbrick mengalami kelelahan ekstrem yang membuatnya mengira hal itu hanya kelelahan biasa karena baru memulai pekerjaan baru dengan aktivitas yang padat.
"Saya bekerja sangat keras dan merasa jauh lebih lelah dari biasanya," kata Ellen Swarbrick.
Kelelahan ekstrem tersebut juga membuat dirinya kesulitan untuk bangun pagi guna berolahraga.
"Saya pikir saya malas, padahal sebenarnya tingkat kelelahan yang saya alami sudah tidak normal," ungkap Ellen Swarbrick.
Gejala lain yang dialaminya adalah mengalami rasa pusing dan mual berat setelah mengonsumsi sedikit minuman beralkohol bersama temannya.
"Saya bisa muntah keesokan harinya hanya setelah minum beberapa gelas wine," kata Ellen Swarbrick.
Masalah kesehatan Ellen Swarbrick terus memburuk setelah ia pindah ke London untuk mengikuti pelatihan pengacara, di mana ia mengalami gejala sering buang air kecil, gejala mirip flu, kaki bengkak pada Juli 2024, hingga penglihatan kabur.
Setelah menghubungi layanan kesehatan darurat, ia dirujuk ke St Thomas' Hospital dan kemudian dipindahkan ke bangsal ginjal Guy's Hospital karena tekanan darahnya sangat tinggi, hingga akhirnya didiagnosis mengidap gagal ginjal kronis stadium empat.
Tim dokter menemukan bahwa gagal ginjal tersebut disebabkan oleh IgA nephropathy, sebuah kondisi autoimun ketika antibodi menumpuk dan memicu peradangan di ginjal.
Penyakitnya berkembang menjadi stadium lima tepat setelah Natal 2024, sehingga ia memerlukan tindakan transplantasi ginjal untuk menyelamatkan hidupnya.
Ibu Ellen Swarbrick, Kathryn Patrick, memiliki tingkat kecocokan donor hingga 80 persen dan telah mendonorkan ginjalnya pada Mei 2025.
"Ibu benar-benar mengubah hidup saya," kata Ellen Swarbrick.