Ahli Ayurveda Ungkap Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih
Menjaga kecukupan cairan tubuh merupakan hal krusial agar organ-organ dapat berfungsi secara normal. Namun, banyak orang hanya berfokus pada volume air yang dikonsumsi tanpa memperhatikan waktu meminumnya.
Padahal, waktu mengonsumsi air dapat memengaruhi efektivitas tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan cairan tersebut. Hal ini disampaikan oleh seorang pakar kesehatan Ayurveda, Dimple Jangda.
Seperti dilansir dari Detik Food, prinsip Ayurveda menunjukkan bahwa waktu minum air pada pagi dan malam hari memiliki dampak yang berbeda bagi kesehatan tubuh.
Terdapat lima waktu tertentu yang sangat dianjurkan untuk mengonsumsi air guna memaksimalkan fungsinya bagi tubuh.
1. Meminum Air Hangat Setelah Bangun Tidur
Tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama tidur, sehingga memerlukan hidrasi segera setelah terbangun di pagi hari. Dimple Jangda menyarankan untuk meminum sekitar 200 mililiter air hangat saat baru bangun.
Dalam prinsip Ayurveda, air hangat dinilai lebih ramah bagi lambung dibandingkan air dingin. Air dingin dipercayai dapat menurunkan agni atau kekuatan sistem pencernaan.
Untuk memperoleh manfaat tambahan, air hangat tersebut dapat dikombinasikan dengan sejumput kayu manis, jahe, atau garam batu.
2. Mengonsumsi Segelas Air Sebelum Mandi
Kebiasaan minum satu gelas air sebelum mandi dipercaya mampu memperlancar sirkulasi darah di dalam tubuh. Langkah ini juga dapat mengantisipasi munculnya rasa pusing atau lemas selama mandi.
Anjuran ini sangat ditekankan bagi penderita tekanan darah rendah, terutama jika mandi menggunakan air hangat. Hidrasi yang terjaga dengan baik akan membantu fungsi sirkulasi tetap berjalan dengan optimal.
3. Menghindari Minum Air di Sela Makan
Banyak orang terbiasa minum air di tengah-tengah menyantap hidangan, namun kebiasaan ini sebaiknya diubah. Dimple Jangda menyarankan untuk meminum satu gelas air sekitar 30 menit sebelum makan.
Selanjutnya, Anda dianjurkan untuk minum kembali sekitar satu jam setelah selesai makan. Meminum air di sela-sela makan dikhawatirkan dapat mengencerkan enzim pencernaan dan memicu perut kembung.
4. Minum Secara Perlahan Sepanjang Hari
Metode mengonsumsi air juga memengaruhi proses penyerapan cairan oleh tubuh. Air sebaiknya tidak diminum sekaligus dalam jumlah besar, melainkan diteguk sedikit demi sedikit sepanjang hari.
Disarankan pula untuk memenuhi sekitar 1,5 liter kebutuhan air harian sebelum pukul 16.00 sore. Setelah itu, konsumsi setengah liter sisanya dapat dicukupi hingga matahari terbenam.
5. Membatasi Konsumsi Air Sebelum Tidur
Meminum air dalam jumlah besar sesaat sebelum tidur sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu kualitas istirahat. Anda cukup meminum sekitar setengah gelas air sebelum tidur.
Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga hidrasi tubuh tanpa menyebabkan gangguan tidur akibat harus bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.