Wakil Ketua MPR Dorong Pengembangan Energi Terbarukan untuk Industri dan Tenaga Kerja Jawa Tengah

Share

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mendorong pengembangan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan tenaga kerja Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, dalam audiensi dengan KADIN Jawa Tengah di Semarang, Rabu (12/8).

Jawa Tengah memiliki potensi energi terbarukan lebih dari 200 GW, serta kawasan industri dan konektivitas yang terus berkembang. Pada 2025, realisasi investasi di provinsi ini mencapai sekitar Rp110 triliun dengan 105.078 proyek dan menyerap 418.138 tenaga kerja, menurut dilansir dari Detikcom.

Eddy menegaskan pentingnya memastikan industri dalam negeri tumbuh dan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan berkualitas. "Transisi energi jangan hanya membuat kita menjadi pasar teknologi hijau dari luar negeri. Kita harus memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh, tenaga kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan berkualitas, dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia," ujar Eddy.

Ia mengatakan Jawa Tengah memiliki modal lengkap berupa investasi, kawasan industri, tenaga kerja, konektivitas, dan potensi energi terbarukan. Namun, tantangan struktural masih ada, terutama terkait kepastian hukum, konsistensi kebijakan, proses perizinan yang cepat, serta insentif yang menutup green cost premium.

"Kalau kita ingin investasi hijau masuk dalam skala besar, maka investor membutuhkan regulasi yang konsisten, perizinan yang cepat, akses energi yang andal dan kompetitif, serta insentif yang tepat sasaran," tegas Eddy.

Eddy menambahkan bahwa masukan dari KADIN dan pelaku industri penting untuk mendorong kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha. Ia menekankan bahwa transisi energi harus diikuti penguatan industri dalam negeri, pengembangan rantai pasok domestik, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja baru.

"Transisi energi harus menghasilkan tiga hal sekaligus: emisi turun, industri tumbuh, dan lapangan kerja berkualitas tercipta. Kalau itu kita capai, maka transisi energi bukan beban, tetapi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia," pungkas Eddy.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author