Wabah Virus Ebola di Kongo Tewaskan 2.325 Orang

Share

Republik Demokratik Kongo mencatatkan wabah virus Ebola paling mematikan sepanjang sejarah usai merenggut 2.325 korban jiwa. Krisis kesehatan hebat ini terus meluas di wilayah Afrika Tengah sejak pertama kali diumumkan pada 15 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Data terbaru Lembaga Kesehatan Masyarakat Kongo menunjukkan total kasus terkonfirmasi telah mencapai 4.945 orang, setelah ditemukan 101 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Jumlah korban tewas pada gelombang ke-17 ini resmi melampaui rekor terburuk periode 2018-2020 yang mencatatkan 2.299 kematian.

Laju kematian akibat gelombang wabah kali ini melonjak sangat pesat dibandingkan krisis Afrika Barat 2014-2016. Jika pada krisis 2014 dibutuhkan waktu hampir lima bulan untuk mencapai 1.000 kematian, wabah di Kongo saat ini mencatatkan 2.000 kematian dalam durasi kurang dari tiga bulan. Angka tingkat kematian pasien terkonfirmasi naik tajam dari 20 persen pada awal Juni menjadi 46 persen.

Para ahli menegaskan bahwa tingginya angka fatalitas tersebut terjadi akibat buruknya akses layanan kesehatan dan minimnya deteksi dini, bukan karena lonjakan mutasi kebuasan virus.

"Normalnya, seiring berjalannya wabah, tingkat kematian harusnya menurun karena pelacakan kontak membaik. Namun, di sini kami masih melihat banyak kasus baru terdeteksi sangat terlambat-bahkan baru ketahuan setelah pasien meninggal di tengah komunitas," ungkap Thomas Parisch, pakar kesehatan masyarakat dari Médecins Sans Frontières (MSF).

Kondisi ini diperparah oleh varian penyebabnya, yakni spesies Ebola Bundibugyo yang tergolong langka serta belum memiliki obat maupun vaksin resmi yang disetujui secara global. Saat ini tim medis hanya dapat menguji coba terapi eksperimental yang efektivitasnya masih terbatas pada studi hewan.

Upaya penanganan medis di lapangan terus menghadapi kendala besar akibat rapuhnya infrastruktur kesehatan, konflik keamanan, dan adanya penolakan protokol kesehatan oleh sejumlah komunitas lokal. Penularan virus Ebola sendiri terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien terinfeksi dengan gejala demam tinggi, muntah, diare parah, hingga pendarahan internal dan eksternal.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Ebola Kongo wabah penyakit
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author