Wabah Salmonella dari Mi Instan Menginfeksi Ratusan Orang di 14 Negara

Share

Kasus keracunan bakteri Salmonella akibat mengonsumsi mi instan tengah melanda berbagai negara dan menginfeksi hampir 50 orang. Dilansir dari HaiBunda, sebanyak 30 kasus di antaranya menyerang anak-anak yang diduga jatuh sakit setelah mengonsumsi mi instan rasa ayam bawang yang tercemar bakteri tersebut. Wabah ini dilaporkan telah berlangsung cukup lama, yakni terdeteksi sejak November 2025 dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Berdasarkan laporan data terbaru yang dirilis pada 27 Juni, kini tercatat sudah ada 106 kasus salmonella yang tersebar di 14 negara.

Badan keamanan pangan Eropa bersama Euroean Centre for Disease Preventation and Control (ECDC) menyatakan bahwa produk mi berbumbu menjadi sumber utama penularan wabah ini. Sejumlah bukti yang dikumpulkan mendukung temuan tersebut dan merujuk pada keterkaitan produk dari satu merek yang sama.

Kendati demikian, nama merek dari mi instan yang terkontaminasi tersebut hingga kini masih belum diumumkan secara resmi kepada publik. Konsumsi mi instan ini diketahui memicu kemunculan strain Salmonella Stanley yang diduga kuat berasal dari salah satu produsen di Ukraina.

Pihak perusahaan internasional Reeva Food dalam pernyataan resminya belum lama ini juga telah mengonfirmasi temuan bakteri salmonella dalam salah satu produk mi instan mereka. Bakteri salmonella sendiri merupakan mikroorganisme yang menjadi penyebab utama keracunan makanan dan berisiko menimbulkan gangguan pencernaan parah. Pada umumnya, bakteri ini kerap ditemukan pada bahan makanan yang belum matang sempurna seperti daging, telur mentah, ataupun susu yang tidak melalui proses pasteurisasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author