Wabah Ebola Landa Uganda Usai Pasien Transit di UEA

Share

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan seorang individu yang terinfeksi Ebola melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab (UEA) sebelum akhirnya menuju ke Uganda pada Rabu (3/6/2026).

Kasus pergerakan lintas negara ini terjadi di tengah lonjakan infeksi di wilayah Afrika Timur. Data pelacakan menunjukkan pasien tersebut berasal dari Republik Demokratik Kongo yang menjadi pusat awal penularan.

Informasi penularan lintas negara ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas kesehatan global, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Saat ini, sebanyak 16 orang di UEA dan 58 orang di Uganda yang diduga melakukan kontak erat telah ditempatkan dalam fasilitas isolasi guna pemantauan intensif.

"WHO bekerja sama dengan Uganda dan UEA untuk “mengumpulkan informasi tambahan, menilai risiko paparan selama perjalanan, serta memfasilitasi pelacakan kontak,”" ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Pernyataan tersebut disampaikan Tedros dalam sebuah konferensi pers resmi yang menyoroti kendala pelacakan medis. Saat ini, penelusuran kontak erat di area terdampak baru mencapai sekitar 45 persen dari target ideal yang berada di atas 90 persen.

Di sisi lain, otoritas kesehatan di negara Teluk langsung merespons laporan penularan tersebut untuk meredakan kekhawatiran publik. Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA memastikan bahwa pelancong terinfeksi itu sama sekali tidak mendatangi fasilitas medis setempat selama masa transitnya.

"“saat ini tidak ada kasus Ebola”" kata Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA melalui laporan kantor berita pemerintah WAM.

Langkah penanganan cepat segera diberlakukan demi mencegah potensi penyebaran virus di dalam negeri. Manajemen risiko epidemiologi langsung dijalankan sesuai standar protokol kesehatan internasional.

"“Otoritas telah mengaktifkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan, termasuk penilaian risiko, pelacakan kontak, dan prosedur pencegahan yang telah disetujui,”" kata kementerian.

Pemerintah UEA kembali menegaskan status wilayah mereka yang masih bersih dari penularan aktif virus mematikan tersebut.

"“Tidak ada kasus yang tercatat di UEA.”" kata kementerian.

Hingga kini, epidemi yang dipicu oleh varian langka bernama virus Bundibugyo ini telah mencatat 344 kasus terkonfirmasi dan 60 kematian di Kongo. Sementara itu, Uganda telah mengonfirmasi 15 kasus positif dengan satu catatan kematian resmi akibat infeksi tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author