Vegetarian Ngidam Daging saat Hamil Ternyata Tanda Kekurangan Nutrisi
Keinginan mengonsumsi makanan tertentu atau ngidam menjadi fase yang lumrah bagi ibu hamil. Kondisi ini bahkan bisa membuat seorang vegetarian mendadak ingin menyantap daging, meskipun sebelumnya mereka selalu menghindari protein hewani tersebut.
Dilansir dari HaiBunda, pola makan vegetarian umumnya mengandalkan sumber nabati dan menjauhi daging, ikan, maupun unggas. Namun, lonjakan hormon dan kebutuhan biologis saat mengandung dapat mengubah preferensi makan secara drastis.
Pengalaman ini dirasakan oleh MacKenzie Passegger yang telah menjadi vegetarian sejak masa kanak-kanak. Ketika mengandung anak kedua, ia merasakan dorongan kuat untuk mengonsumsi daging.
"Saya pernah sampai pada titik di mana saya sampai menangis hanya karena ingin makan steak atau hamburger," kata Passegger kepada Insider.
Ia sempat menahan keinginan tersebut pada trimester kedua. Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan, Passegger akhirnya memutuskan untuk memenuhinya karena ngidam itu menjadi sinyal tubuh kekurangan nutrisi penting.
Ginekolog Dr. Allison Suttle menjelaskan bahwa fenomena vegetarian atau vegan yang mendadak ingin makan daging saat hamil atau setelah melahirkan merupakan hal yang jamak terjadi. Kondisi ini biasanya dipicu oleh tubuh yang mendambakan zat besi.
"Saya selalu berpesan kepada pasien, dengarkan tubuh kamu. Tubuh akan memberi tahu kita kapan ia membutuhkan hal-hal tertentu," ungkap Suttle.
Perempuan usia produktif umumnya memiliki cadangan zat besi yang minim akibat siklus menstruasi. Kebutuhan zat besi ini melonjak tajam saat hamil demi mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Setelah persalinan, risiko defisit zat besi dapat semakin meningkat akibat perdarahan. Keinginan mengonsumsi daging pascamelahirkan menjadi mekanisme alami tubuh untuk mengganti zat besi serta protein yang hilang.
"Saya pernah menemui beberapa pasien vegetarian atau vegan yang mengatakan, 'Kamu tahu saya benci daging, saya tidak menginginkannya, tetapi sekarang saya hamil dan saya tidak bisa berhenti memikirkan steak.' Kondisi tersebut agak menyedihkan bagi mereka," kata Suttle.
Selain zat besi, dorongan makan daging juga berkaitan dengan kebutuhan vitamin B12. Vitamin yang krusial untuk sistem saraf ibu dan janin ini banyak ditemukan pada produk hewani seperti daging merah, susu, serta salmon.
Manfaat Daging untuk Pertumbuhan Janin
Mengonsumsi daging dalam porsi ideal sangat disarankan bagi ibu hamil. Ahli anestesi bersertifikat dari Los Angeles, Dr. Myro Figura, memaparkan bahwa daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang kaya zat besi, vitamin, dan kolin.
"Daging adalah protein berkualitas tinggi yang bisa didapatkan, kaya akan nutrisi seperti kolin, dan 90 persen ibu hamil tidak mendapatkan cukup kolin. Itu penting karena ibu yang mendapatkan cukup kolin selama kehamilan bisa melahirkan anak yang lebih cerdas tujuh tahun kemudian," ungkap Figura, dikutip dari Times of India.
Dampak Pola Makan Vegetarian pada Kehamilan
Sebuah studi dalam jurnal Metabolism Open tahun 2025 mengungkapkan dampak diet vegetarian ketat selama masa kehamilan. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko bayi lahir dengan berat dan panjang badan yang lebih rendah dibanding bayi seusianya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, studi ini menyarankan adanya pedoman diet khusus bagi ibu hamil vegetarian. Pedoman tersebut harus menekankan pemenuhan asupan vitamin B12, zat besi, asam lemak omega-3, yodium, serta program suplementasi dan konseling nutrisi yang tepat.