Veda Ega Pratama Raih 58 Poin dan Picu Lonjakan Tiket Mugello
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama sukses mengamankan posisi kompetitif di kelas Moto3 musim debutnya bersama Honda Team Asia dengan mengoleksi 58 poin dari lima seri pertama pada tahun 2026. Performa impresif pembalap asal Gunungkidul tersebut dilaporkan oleh media Italia telah memicu fenomena luar biasa berupa lonjakan drastis permintaan tiket menjelang seri MotoGP Italia di Sirkuit Mugello.
Raihan total 58 poin milik pembalap berusia 17 tahun itu diperoleh setelah ia berhasil finis kelima di Thailand, podium ketiga di Brasil, keenam di Jerez, keempat di Prancis, serta kedelapan di Catalunya. Statistik tersebut membuat Veda kini unggul 16 angka atas pesaing terdekatnya, Brian Uriarte, dalam perebutan takhta klasemen sementara Rookie of the Year.
Dampak performa agresif Veda di lintasan langsung berimbas signifikan terhadap aspek komersial dan industri MotoGP secara keseluruhan. Agen perjalanan di Indonesia mulai membuka paket wisata khusus ke Italia setelah sejumlah tiket premium serta paket travel balap untuk seri Mugello ludes terjual lebih cepat dibandingkan musim-musim sebelumnya akibat tingginya minat pendukung dari Asia Tenggara.
Sebelum menembus kompetisi elite dunia, anak kandung mantan pembalap nasional Sudarmono ini meniti karier dari latihan motocross di area parkir pasar sapi di Sionoharjo. Bakatnya kemudian ditempa lewat Astra Honda Racing School hingga ia berhasil mencetak rekor sejarah dengan menjuarai Asia Talent Cup 2023 lewat torehan 256 poin serta meraih posisi runner-up di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Kiprah gemilang pembalap Honda Team Asia ini langsung memantik reaksi positif dan perhatian besar dari berbagai analis motorsport di tingkat global.
"Veda menunjukkan perkembangan yang sangat cepat dan konsisten. Jika mampu mempertahankan performanya sepanjang musim, peluang untuk melangkah ke Moto2 bahkan MotoGP terbuka sangat lebar," tulis sejumlah pengamat balap internasional.
Karier Veda musim ini sempat diuji saat ia mengalami kecelakaan tanpa poin di Austin, Amerika Serikat, namun ia segera bangkit dan meraih podium ketiga di Interlagos, Brasil. Gaya balapnya yang berani melakukan pengereman terlambat dan manuver di ruang sempit kini membuat pergerakan sang pembalap terus dipantau oleh beberapa tim besar dari kelas Moto3 serta Moto2.