Ducati Hentikan Riset Mesin 1000cc Demi Fokus Proyek 850cc

Share

Pabrikan Ducati resmi menghentikan pengembangan besar pada motor Desmosedici 1000cc dan mulai mengalihkan seluruh sumber daya teknisnya untuk mengembangkan proyek mesin 850cc pada Agustus 2026.

Langkah strategis ini diambil menjelang penerapan regulasi teknis baru yang akan berlaku mulai musim depan. Dampaknya, Ducati harus menyelesaikan sisa balapan musim ini dengan paket teknis yang ada saat ini tanpa adanya pembaruan komponen secara instan.

Pebalap penguji Ducati, Michele Pirro, menegaskan bahwa timnya telah memulai fokus pengerjaan untuk era baru tersebut.

"Rencananya memang tidak banyak hal yang harus kami uji, karena kami sudah mulai mengerjakan era 850cc," kata Pirro, pebalap tes asal Italia.

Penghentian riset ini membuat Ducati menghadapi tantangan berat di beberapa sirkuit. Hingga 12 seri berjalan, Aprilia memimpin klasemen lewat Jorge Martin dengan 240 poin, disusul Marco Bezzecchi (209 poin), dan Ai Ogura (203 poin). Sementara pebalap Ducati, Marc Marquez berada di peringkat keempat dengan 200 poin dan Fabio di Giannantonio di posisi kelima dengan 199 poin.

Pirro menyampaikan bahwa peta persaingan tidak akan berubah secara signifikan hingga akhir musim karena minimnya paket pembaruan teknis.

"Tidak ada yang akan berubah dibandingkan dengan 12 balapan pertama. Jadi, jalannya persaingan kurang lebih akan sama seperti pada seri-seri awal," ujar Pirro.

Persaingan antarpabrikan diprediksi akan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing lintasan, seperti di Silverstone di mana Ducati sempat mengalami kesulitan.

"Kami harus menjalaninya selangkah demi selangkah. Setiap sirkuit akan menyuguhkan cerita yang berbeda. Contohnya balapan di Silverstone kemarin, ini menunjukkan betapa besarnya pergeseran dalam peta persaingan.

Ducati kesulitan di sana, sementara Aprilia memenangkan Grand Prix melalui pembalap tim Trackhouse, Raul Fernandez. Akan ada sirkuit seperti Silverstone di mana kami kesulitan, namun ada juga sirkuit di mana kami menghadapi lebih sedikit masalah," kata pebalap berusia 40 tahun itu.

Pengembangan Desmosedici yang sudah mencapai tahap akhir membuat tim tidak dapat memberikan solusi cepat atas kendala teknis di lapangan.

"Tidak ada solusi instan untuk masalah-masalah tersebut. Kita harus mengakui bahwa proyek ini sudah mendekati akhir," tegas Pirro.

Meski begitu, Ducati diperkirakan tetap kompetitif di sirkuit seperti Aragon yang secara historis cocok dengan karakter motor mereka.

"Saya memperkirakan kami akan kembali menjadi tolok ukur di Aragon. Marc bisa menjadi penentu standar di sana," tegasnya.

Tantangan lain menanti di Sirkuit Misano, di mana pebalap rival seperti Marco Bezzecchi dikenal memiliki rekor performa yang kuat.

"Lalu ada Misano, yang akan menjadi tantangan berat bagi kami karena Bezzecchi tampil kuat di sana. Tahun lalu dia sudah menunjukkan kecepatannya yang sangat tinggi di sana. Tapi mungkin saja, kini giliran Marc yang akan berjaya disana," imbuhnya.

Persaingan gelar juara dunia di era 1000cc akan berlanjut ke Red Bull Ring Austria, tur Asia, hingga seri penutup di Valencia pada 29 November.

"Kesalahan bisa menjadi penentu gelar dunia. Kita sudah melihat betapa tipisnya selisih performa yang ada. Kami berharap bisa tetap bersaing saat balapan di Valencia nanti," pungkas Pirro.

Di sisi lain, upaya peningkatan keselamatan pembalap terus berjalan melalui pengujian sistem komunikasi radio baru oleh pihak penyelenggara. Pebalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, telah menguji earplug kustom yang dirancang untuk menerima instruksi keselamatan dari Race Direction di Sachsenring dan Silverstone.

"Ini adalah earplug (sumbat telinga) yang ingin digunakan Dorna untuk sistem audio tersebut. Namun, bisa dibilang ini adalah tes pertama. Saya sangat sensitif terhadap earplug, tetapi mereka berhasil menemukan kompromi yang bagus. Saya cukup puas dengan hasilnya," ungkap Acosta, pebalap berusia 22 tahun.

Pengembangan earplug ini memadukan bahan busa standar dengan bentuk khusus yang disesuaikan dengan kontur telinga pembalap demi kenyamanan maksimal.

"Mereka menemukan cara untuk menggabungkan earplug yang saya sukai dengan bentuk baru yang dicetak khusus. Prioritas utamanya bukan terletak pada fungsionalitas sistem radio itu sendiri, melainkan pada kenyamanan penggunaannya sehari-hari. Saya tidak tahu bagaimana mereka akan mengembangkan aspek audionya lebih lanjut, tetapi syarat minimalnya adalah alat itu harus nyaman dipakai," jelas Acosta.

Pebalap yang dijadwalkan bergabung dengan tim pabrikan Ducati musim depan tersebut mengonfirmasi kelanjutan penggunaan perangkat tersebut.

"Model lain yang kami coba sebelumnya tidak pas. Dan saya sangat puas dengan versi terbaru ini hingga secara sukarela saya memakainya di Sachsenring dan di sini. Saya memakainya karena menurut saya alat itu nyaman. Jika tidak nyaman, saya pasti sudah kembali menggunakan yang standar," pungkas Acosta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author