Universitatea Craiova dan Vitebsk Boikot Jabat Tangan UEFA
Pemain Universitatea Craiova dan klub Belarusia Vitebsk memboikot prosesi jabat tangan prapertandingan dalam laga kualifikasi Liga Champions UEFA di Stadion Ion Oblemenco pada Rabu, 15 Juli 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap bek asal Ukraina, Oleksandr Romanchuk, di tengah situasi perang. Dilansir dari media Rumania gsp.ro, kedua tim melewatkan jabat tangan tradisional sebelum foto resmi pertandingan dimulai.
Setelah dipanggil wasit untuk berbaris, para pemain langsung menuju area masing-masing tanpa melakukan interaksi formal yang diwajibkan oleh UEFA. Dukungan terhadap Romanchuk juga datang dari tribun penonton Stadion Ion Oblemenco. Para suporter Universitatea Craiova membentangkan kaus kuning bertuliskan nama Romanchuk bersama dengan pesan perdamaian bertuliskan "Stop War".
Sebelumnya pada pertandingan leg pertama, aksi serupa telah diinisiasi oleh Romanchuk yang menolak berpartisipasi dalam salam protokol. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh rekan setimnya, yakni pemain asal Georgia Anzor Mekvabishvili dan pemain Portugal Samuel Teles.
Regulasi Disiplin UEFA Pasal 11 menegaskan bahwa seluruh klub, ofisial, dan pemain wajib menghormati prinsip sportivitas serta kelakuan baik. Pelanggaran sengaja terhadap protokol jabat tangan dapat dikategorikan sebagai perilaku tidak sportif yang berpotensi memicu sanksi disiplin dari UEFA. Sanksi yang dapat dijatuhkan oleh otoritas sepak bola Eropa tersebut meliputi denda keuangan hingga suspensi bagi pemain atau ofisial. Pada kasus yang dinilai sensitif secara politik, agama, atau ras, klub bahkan terancam hukuman menggelar pertandingan tanpa penonton.