UMKM Bakso Malang di Jakarta Berkembang Lewat Dana KUR BRI

Share

Usaha kuliner Bakwan Bejo Malang milik keluarga Raditya Prasetyo sukses bertahan selama lebih dari 20 tahun dan berkembang di kawasan Jakarta Selatan menggunakan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia.

Dilansir dari Detikcom pada Selasa (30/6/2026), bisnis yang dirintis oleh almarhum ayah Raditya sejak modal awal Rp 1,5 juta kini mengoperasikan enam gerobak dengan omzet diperkirakan melebihi Rp 10 juta per bulan. Pada masa puncaknya, usaha warisan ini bahkan sempat mempekerjakan karyawan untuk mengelola hingga 20 gerobak keliling menggunakan sistem bagi hasil.

Pemulihan usaha keluarga tersebut pascapandemi COVID-19 turut didorong oleh pinjaman modal KUR BRI sebesar Rp 40 juta yang diperoleh pada tahun 2024 untuk menjaga stabilitas operasional harian.

"Bapak ini latar belakangnya emang pekerja keras banget, di kampung apa aja dikerjain," kata Radit saat ditemui detikcom, Selasa (30/6/2026).

Raditya menjelaskan bahwa sang ayah mengawali bisnis dari sebuah gerobak kecil setelah merantau dari Jombang, Jawa Timur, dan sempat ikut bekerja dengan pedagang lain di Jakarta.

"Modal itu kalau dengar-dengar dari ibu cerita, Rp 1,5 juta," kata Radit.

Ekspansi usaha dilakukan bertahap sejak tahun 2004 dengan merekrut kerabat dari kampung halaman untuk membantu berjualan keliling di wilayah Siaga Raya, Samali, hingga Buncit Indah.

"Setiap tahun itu pulang, ngajakin lah saudara-saudaranya siapa yang mau ikut dagang ke Jakarta gitu. Nambah dua, nambah lagi dua gitu," ujar pria berusia 22 tahun tersebut.

Pengelolaan keuangan harian kini ditangani oleh ibu Raditya berdasarkan jumlah porsi bakso yang habis terjual oleh setiap pekerja.

"Ter-tergantung ini juga sih habisnya berapa, kalau di ibu itu dihitung habisnya berapa," ujar dia.

Proses produksi adonan bakso serta kerupuk saat ini masih dikerjakan secara mandiri oleh Raditya bersama ibunya setiap akhir pekan demi menjaga stok.

"Kebetulan kalau nyetak, diambilnya hari libur. Kalau aku kan Sabtu-Minggu itu libur. Nah, Sabtu-Minggu itu digunain buat nyetak bakso, buat nyetok," ujar Radit.

Pemanfaatan modal kerja perbankan diakui Raditya memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas usaha dan tingkat kesejahteraan ekonomi keluarganya.

"Alhamdulillah sekarang semenjak dapat pinjaman KUR, udah lumayan," ujar Radit.

Keberhasilan usaha ini juga mampu membiayai kepemilikan rumah pribadi di Jakarta serta menanggung seluruh biaya pendidikan Raditya bersama kakaknya.

"Alhamdulillah dulu Bapak pertama ngerintis itu masih ngontrak. Sekarang udah punya rumah sendiri," imbuh dia.

Raditya bersyukur seluruh kerja keras keluarganya membuat bisnis kuliner tradisional ini tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang ketat.

"Bisa nyekolahin anaknya di Jakarta juga dari kecil sampai lulus SMA," imbuhnya.

Pihak perbankan menyatakan dukungan penuh terhadap pertumbuhan sektor usaha mikro guna mendorong peningkatan skala bisnis para pelaku UMKM setempat.

"Tentunya kami sangat bersyukur apabila dari pelaku-pelaku UMKM yang menikmati pembiayaan atau modal kerja, untuk usahanya dari Bank BRI. Saya turut bersyukur dan bangga," ujar Arbi saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Layanan keuangan dan penyaluran kredit investasi diproyeksikan akan terus dipermudah guna memfasilitasi ekspansi usaha masyarakat luas.

"Tentunya ini jadi harapan kita semua. Kita bisa menyalurkan khususnya KUR, ke pelaku usaha UMKM ini untuk apa? Men-generate kemampuan usaha pelaku UMKM itu sendiri. Dengan bertambahnya modal, atau dia dengan kredit investasi buka tempat baru, sehingga bisa memperluas usaha dan memajukan usaha dari pelaku-pelaku UMKM," ujar Arbi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author