Ukraina Serang Moskow dengan Ratusan Drone Jelang Pertemuan Trump

Share

Pasukan militer Ukraina meluncurkan lebih dari 390 drone ke arah Moskow, Rusia, pada Selasa (28/7/2026) semalam. Gelombang serangan udara intensif ini terjadi beberapa jam sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pemerintah daerah setempat melaporkan bahwa mayoritas sistem persenjataan nirawak tersebut berhasil dicegat sebelum menembus area perkotaan. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin memberikan rincian terkait skala gempuran tersebut melalui unggahan resmi.

"Antara pukul 20.30 (1730 GMT) dan 06.30, lebih dari 390 drone terbang menuju wilayah Moskow. Sebagian besar dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara jauh sebelum mencapai kota. 81 UAV musuh dihancurkan saat mendekati Moskow," tulis Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin di Telegram.

Dampak dari puing-puing pertahanan udara maupun jatuhnya drone juga dilaporkan oleh Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov, yang mencatat adanya kerusakan pada pemukiman warga di kota Chekhov serta desa Vaulovo.

Rangkaian gempuran ini melanjutkan aksi militer sehari sebelumnya pada Senin (27/7) dini hari, di mana serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya dua orang dan membakar sejumlah bangunan di Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udaranya melumpuhkan 276 drone sepanjang malam itu.

Di pihak lain, Pemerintah Ukraina mengklaim penyerangan ini ditujukan untuk merusak infrastruktur energi strategis penunjang logistik militer Rusia. Presiden Volodymyr Zelensky menyampaikan pencapaian operasi militer tersebut melalui platform media sosial.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan via Facebook, mengklaim bahwa pasukan negaranya telah menggempur sebuah terminal ekspor di wilayah bagian barat Rostov, juga fasilitas minyak di wilayah Yaroslavl dan Udmurtia yang berada di wilayah Rusia dan jauh dari garis depan pertempuran.

Eskalasi serangan jarak jauh oleh Kiev ditingkatkan dalam beberapa bulan terakhir demi menekan Moskow agar bersedia berunding usai konflik berlangsung hampir 4,5 tahun. Di sisi lain, PBB mencatat Juni lalu sebagai bulan paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak April 2022 akibat gempuran intensif Rusia, yang mana rangkaian serangan Rusia pada Senin (27/7) melukai sedikitnya empat warga sipil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author