Pelataran Gedung Sate Resmi Dibuka Usai Revitalisasi
Pelataran Gedung Sate di Kota Bandung resmi dibuka kembali untuk umum usai menjalani revitalisasi selama kurang lebih empat bulan. Area yang tersambung langsung dengan Lapangan Gasibu tersebut kini diberi nama Pasanggrahan Pancarasa, seperti dilansir dari Detik Travel.
Kawasan tersebut sebelumnya digunakan sebagai salah satu lokasi upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Revitalisasi ini menghadirkan akses jalan baru yang mengelilingi area lapangan sehingga hubungan antara pelataran Gedung Sate dan Lapangan Gasibu menjadi lebih terbuka.
Sejumlah penataan baru turut diterapkan di kawasan ini, termasuk hadirnya gazebo berbahan bambu serta penataan ulang ruang terbuka hijau agar memberikan kesan lebih lapang. Selain itu, jalan di ujung Jalan Diponegoro kini ditutup dan dipasangi gapura baru sebagai penanda kawasan.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (18/8/2026) siang, kawasan tersebut belum banyak dikunjungi masyarakat. Beberapa bagian area juga masih berada dalam tahap perapian usai pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan alasan pemilihan nama kawasan baru tersebut yang berasal dari istilah sejarah.
"Pelataran namanya Pasanggrahan Pancarasa. Pasanggrahan itu tempat berkumpul, alun-alun. Dulu, berkumpulnya di pasanggrahan itu orang-orang yang menggunakan kuda di era kerajaan," kata Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa kata Pancarasa berkaitan erat dengan lima indra serta rasa yang dimiliki oleh manusia.