Tim UGM Ungkap Gas Hidrogen Picu Teror Api Seyegan
Tim peneliti Pusat Kajian Pelambaran Entropi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengungkap dugaan kuat bahwa fenomena teror api di rumah warga Seyegan, Sleman, DIY dipicu oleh keberadaan gas hidrogen dari limbah pemotongan ayam.
Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh tim lintas disiplin ilmu setelah meneliti lokasi kebakaran misterius tersebut, dilansir dari Detikcom pada Kamis (4/6/2026).
"Kesimpulan sementara, keluarnya api, berasosiasi dengan gas hidrogen," ujar Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi dalam keterangan tertulis yang diterima, seperti dilansir detikJogja, Kamis (4/6/2026).
Kemunculan gas hidrogen ini disinyalir berasal dari proses fermentasi limbah organik dari usaha pemotongan ayam milik keluarga Mutfiana yang letaknya menempel langsung dengan rumah terdampak.
"Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam," katanya.
Selain hidrogen, tim peneliti mendeteksi potensi keberadaan gas fosfin yang terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam, yang sifatnya sangat mudah terbakar pada suhu kamar.
"Gas fosfin ini sayangnya tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen. Sangat dimungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Meski demikian, hal ini masih perlu diselidiki secara lebih mendalam," ujarnya.
Sebelumnya, pada pengamatan awal hari Sabtu (30/5), pihak Gegana Polda DIY sempat mendeteksi keberadaan gas metana di lokasi munculnya api, namun tim UGM tidak menemukan adanya lonjakan suhu yang ekstrem.
"Kamera termal yang dibawa tim UGM mengindikasikan adanya anomali suhu pada lokasi munculnya api, namun tidak signifikan, hanya berkisar sampai 29⁰C. Artinya suhu di area rumah dan sekitarnya masih berada pada rentang suhu ambien dan tidak dijumpai anomali tinggi," kata Alva.