Tumor Otak Lobus Frontal Bisa Mengubah Kepribadian Pasien
Banyak anggapan keliru menyebutkan bahwa sakit kepala hebat selalu menjadi indikator pertama keberadaan tumor otak. Kenyataannya, tanda-tanda awal tersebut tidak melulu muncul pada setiap kasus.
Jenis tumor tertentu justru memicu perubahan perilaku, suasana hati, hingga kontrol emosi sebagai gejala awal. Gejala samar ini dilansir dari Detik Health dapat berlangsung beberapa bulan sebelum tanda neurologis yang lebih jelas terdeteksi.
Lobus frontal merupakan bagian yang terletak di belakang dahi dan berfungsi sebagai pusat eksekutif otak. Wilayah ini mengendalikan penilaian, motivasi, pengambilan keputusan, serta interaksi sosial seseorang.
Kemunculan tumor di area ini kerap tidak langsung menimbulkan rasa sakit fisik. Akan tetapi, massa tersebut secara perlahan mengganggu jaringan saraf yang mengatur cara berpikir dan merasakan sesuatu.
Perkembangan tumor pada lobus frontal terjadi secara bertahap, berbeda dengan stroke yang menyerang mendadak. Akibatnya, perubahan watak atau kebiasaan penderita sering kali luput dari perhatian keluarga selama berminggu-minggu.
Gejala yang muncul bisa berupa peningkatan agresivitas, hilangnya kendali sosial, atau ucapan yang tidak biasa. Sebaliknya, pasien juga dapat menunjukkan emosi yang datar, menarik diri, dan acuh terhadap lingkungan sekitar.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) turut memasukkan perubahan fungsi kognitif, perilaku, dan kepribadian ini ke dalam daftar gejala potensial tumor otak.
Tanda-Tanda Ringan yang Sering Diabaikan
Indikasi awal tumor otak tidak selalu memperlihatkan kondisi medis yang dramatis. Penurunan daya ingat jangka pendek menjadi salah satu tanda sederhana yang kerap muncul pada fase awal.
Keluarga pasien sering kali salah mengidentifikasi kondisi ini sebagai dampak dari kelelahan, stres, atau proses penuaan normal. Penurunan motivasi yang drastis juga membuat penderita tampak tidak memiliki inisiatif.
Dikutip dari Detik Health, Dr Venkata Ramakrishna T selaku Kepala Departemen Bedah Tulang Belakang di Arete Hospitals memberikan penjelasan mengenai kondisi psikologis tersebut.
"Lobus frontal, yang terletak di belakang dahi, memainkan peran utama dalam kepribadian, penilaian, pengendalian emosi, motivasi, perilaku sosial, dan pengambilan keputusan. Pada dasarnya, ini adalah pusat eksekutif otak," kata Dr Venkata Ramakrishna T.
Beliau menambahkan bahwa hilangnya motivasi yang signifikan pada beberapa pasien sering kali membuat mereka keliru dinilai sebagai orang malas, padahal terdapat gangguan pada area inisiatif otak.
"Pada beberapa pasien, motivasi menurun begitu signifikan sehingga mereka digambarkan sebagai orang yang malas atau tidak tertarik. Padahal, masalahnya mungkin sama sekali bukan psikologis. Tumor mungkin memengaruhi area otak yang terlibat dalam inisiatif dan dorongan emosional," katanya.
Faktor Penyebab Lain Perubahan Emosi
Masyarakat tidak perlu langsung berasumsi bahwa setiap perubahan perilaku merupakan tanda pasti dari keberadaan tumor otak. Mayoritas gangguan emosional dipicu oleh faktor kesehatan lain yang lebih umum terjadi.
Kondisi seperti depresi, kecemasan, kurang tidur, tekanan stres, fluktuasi hormon, hingga efek samping konsumsi obat tertentu menjadi penyebab yang lebih sering ditemukan.
"Penting untuk menyatakan dengan jelas bahwa sebagian besar perubahan perilaku atau emosional tidak disebabkan oleh tumor otak," ungkap Dr Ramakrishna.
Meski demikian, pemeriksaan medis tetap diperlukan jika perubahan perilaku terjadi tanpa alasan jelas, berlangsung lama, atau disertai kejang, muntah, gangguan penglihatan, dan sakit kepala yang terus memburuk.