10 Ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan dan Efek Sampingnya

Share

KB suntik 3 bulan merupakan metode kontrasepsi hormonal yang populer dan efektif mencegah kehamilan. Namun, penggunaan hormon ini dapat memicu sejumlah respons pada tubuh. Berikut adalah 10 ciri tidak cocok atau efek samping KB suntik 3 bulan yang perlu diketahui.

  1. Gangguan menstruasi — Perubahan pola menstruasi seperti haid tidak teratur, perdarahan lebih sedikit atau lama, hingga tidak haid sama sekali umum terjadi pada awal penggunaan.
  2. Pendarahan di luar jadwal haid — Sebagian wanita mengalami spotting atau bercak darah di luar jadwal menstruasi pada bulan-bulan pertama.
  3. Nyeri kepala atau migrain — Sakit kepala atau gejala migrain dapat menjadi lebih sering dan berat akibat perubahan hormon.
  4. Berat badan meningkat drastis — Kenaikan berat badan dapat terjadi selama masa penggunaan suntikan hormonal DMPA.
  5. Perubahan suasana hati — Pengguna kontrasepsi hormonal dapat mengalami perubahan mood, mudah marah, hingga gejala depresi.
  6. Masalah kulit — Beberapa pengguna mengeluhkan timbulnya jerawat atau kondisi kulit yang memburuk setelah suntikan.
  7. Nyeri payudara — Payudara menjadi lebih sensitif atau terasa nyeri, namun biasanya membaik seiring adaptasi tubuh.
  8. Penurunan gairah seksual — Berkurangnya libido atau gairah seksual dapat dialami akibat pengaruh perubahan hormon.
  9. Nyeri di lokasi suntikan — Area bekas suntikan bisa terasa nyeri, muncul benjolan kecil, atau memar ringan secara sementara.
  10. Mual — Perasaan mual dapat muncul sebagai efek samping ringan pada pengguna kontrasepsi hormonal.

Jika keluhan yang dirasakan berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas harian, atau semakin berat, segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author