Trump Batasi Ekspor Limbah Industri Demi Amankan Mineral Kritis AS

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kebijakan pembatasan ekspor limbah industri dan elektronik guna mengamankan pasokan mineral kritis serta logam tanah jarang domestik. Langkah strategis ini memanfaatkan kewenangan Defense Production Act untuk menekan ketergantungan rantai pasok bahan baku dari China.

Kebijakan tersebut memberikan wewenang penuh kepada Menteri Perdagangan AS untuk menahan ekspor material yang masih dapat didaur ulang, seperti baterai bekas, black mass, dan tungsten. Langkah ini diambil guna memasok kebutuhan industri daur ulang serta sektor pertahanan dalam negeri tanpa harus membuka tambang baru.

Amerika Serikat saat ini mengekspor hampir 33.000 ton metrik limbah elektronik setiap bulan yang kaya akan lithium dan mineral strategis lainnya. Namun, industri daur ulang domestik mengalami tekanan finansial hebat akibat persaingan dengan pembeli global, yang bahkan menyebabkan perusahaan seperti Li-Cycle dan Ascend Elements mengajukan kebangkrutan.

Ketergantungan terhadap impor tungsten menjadi ancaman serius karena AS tidak lagi memiliki produksi komersial sejak 2015, sementara logam tahan panas tersebut merupakan bahan utama amunisi dan semikonduktor. Di sisi lain, China mendominasi lebih dari 80 persen pasar daur ulang baterai global dan pengolahan black mass dunia.

Eskalasi persaingan ekonomi ini diiringi pembatasan ekspor balasan dari Beijing terhadap perusahaan tambang dan produsen motor AS. Di tengah ketegangan tersebut, negosiasi tingkat tinggi tetap berjalan antara pejabat keuangan kedua negara untuk membahas komitmen perdagangan bilateral.

"Dalam diskusi kami, saya menekankan bahwa kami mengharapkan Beijing untuk sepenuhnya memenuhi komitmennya terkait logam tanah jarang dan produk pertanian AS," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi implementasi Dewan Perdagangan dan Investasi demi menciptakan hubungan ekonomi yang lebih seimbang. Pembicaraan ini melanjutkan hasil kesepakatan tingkat tinggi antara pimpinan kedua negara pada Mei lalu.

"Kami juga membahas implementasi Dewan Perdagangan dan Investasi sebagai mekanisme untuk mengamankan kemajuan konkret menuju hubungan ekonomi AS-China yang lebih seimbang, adil, dan konstruktif," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan AS.

Kekhawatiran terhadap pembatasan perdagangan baru yang diberlakukan Washington turut menjadi catatan mendasar dalam konsultasi diplomatik tersebut.

"China menyatakan keprihatinan serius atas pembatasan perdagangan AS baru-baru ini terhadap China," kata Kantor berita negara China Xinhua.

Di tengah ketegangan komersial tersebut, pemerintah AS mewajibkan seluruh perusahaan manufaktur dalam negeri untuk menghentikan secara penuh pembelian mineral dari China mulai 1 Januari 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author