Tren Minum Ghee Saat Perut Kosong Simpan Risiko Kesehatan
Tren mengonsumsi ghee atau mentega murni asal India saat perut kosong mendadak populer karena diklaim efektif menurunkan berat badan. Kebiasaan ini juga dipercaya dapat membantu detoksifikasi tubuh serta mendukung kesehatan sistem pencernaan. Meskipun sedang menjadi perbincangan di media sosial, praktik konsumsi olahan susu ini sebenarnya sudah lama diterapkan dalam tradisi medis tradisional.
Ahli gizi Ritika Samaddar menjelaskan bahwa ghee berasal dari olahan susu murni dan memiliki berbagai potensi manfaat terapeutik dalam ajaran Ayurveda, dilansir dari HaiBunda. Meskipun menjanjikan, konsumsi ghee secara langsung tidak disarankan untuk semua orang. Ulasan ilmiah dalam Journal of Ayurveda and Integrative Medicine tahun 2024 mengungkapkan bahwa kebiasaan meminum ghee shot saat perut kosong berisiko memicu efek samping pada individu tertentu.
Beberapa dampak negatif yang berpotensi muncul meliputi peningkatan kadar kolesterol, mual, muntah, rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan, hingga penurunan nafsu makan secara signifikan.
Dalam tradisi Ayurveda, konsumsi mentega murni ini mirip dengan prosedur Snehapana, yakni tahap persiapan berbasis lipid sebelum melakukan terapi pembersihan Panchakarma. Praktik tersebut harus dilakukan di bawah pengawasan medis ketat untuk menyesuaikan dosis dengan kondisi tubuh.
Pembagian Dosis dan Realitas Detoksifikasi
Penelitian membagi takaran konsumsi ghee shot menjadi tiga tingkatan. Dosis kecil atau Hrasiyasi Matra diperuntukkan bagi pemilik pencernaan lemah, dosis sedang atau Madhyama Matra untuk dampak standar, serta dosis tinggi atau Uttama Matra yang wajib dikawal ahli medis.
Studi dari Alternative Medicine Journal tahun 2024 membenarkan bahwa ghee memang mendukung fungsi usus bagi yang membutuhkan asupan lemak sehat. Namun, klaim bahwa bahan ini sanggup melakukan detoksifikasi total dianggap berlebihan karena fungsi penyaringan zat berbahaya murni dilakukan oleh organ tubuh.
Kondisi Medis yang Perlu Diwaspadai
Spesialis kesehatan Akanksha Pandey menuturkan bahwa satu sendok teh ghee tidak langsung menyumbat pembuluh darah. Faktor utama pemicu gangguan kesehatan umumnya berasal dari penumpukan LDL teroksidasi, stres, konsumsi gula berlebih, dan pencernaan yang buruk. Asupan ghee dapat merangsang empedu, meningkatkan rasa kenyang, serta membantu pemenuhan lemak sehat. Meski demikian, konsumsi langsung sebanyak 150 mililiter sekaligus telah terbukti secara medis sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu disarankan ekstra hati-hati atau menghindari konsumsi ghee. Kategori ini mencakup penderita obesitas, penyakit hati berlemak, kolesterol tinggi, gangguan kandung empedu, pankreatitis, GERD, serta penyakit kardiovaskular. Penggunaan berlebihan juga dapat memicu kembung, diare, penumpukan kalori, hingga lonjakan kadar lipid. Konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional sangat dianjurkan sebelum memutuskan untuk mengikuti tren penurunan berat badan ini.