Tradisi Bek Kanan Lokal di Balik Hattrick Juara Persib Bandung

Share

Ada kisah menarik di balik kesuksesan Persib Bandung menorehkan hattrick gelar juara di musim 2025/2026. Persib kembali mengukuhkan diri sebagai kampiun kasta teratas BRI Super League musim ini setelah musim lalu memahat back to back. Tak banyak yang tahu, sukses Persib tersebut tak lepas dari tradisi lintas generasi yakni posisi bek kanan yang selalu diisi oleh pemain lokal.

Seperti diketahui, posisi bek kanan Pangeran Biru kini diisi pemain muda asli Bumi Parahyangan, Kakang Rudianto. Alumnus Garuda Select yang pernah menimba ilmu sepak bola modern di Inggris dan Italia menjadi salah satu protagonis andalan pelatih Bojan Hodak. Terkait tradisi tersebut kembali dibeberkan eks bek kanan Pangeran Biru, Jajang Sukmara, via kanal YouTube Bicara Bola.

Jajang Sukmara, kelahiran Bandung, 18 November 1988, tak hanya pernah memperkuat Persib dari 2011 hingga 2017, melainkan juga jebolan Akademi Persib. Ia ikut merasakan manisnya gelar juara Liga Indonesia pada 2014 di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman. Terbilang lama bermain bersama Persib, termasuk beberapa kali dipanggil ke Timnas Indonesia, membuat Jajang Sukmara harus bisa beradaptasi dengan banyak pelatih.

"Saya di Persib dari 2011 sampai 2017. Beratnya mungkin kita kan harus bisa menyesuaikan situasi di lapangan ataupun di luar lapangan. Mungkin dari cara bergaul dengan senior, dengan seangkatan, dan dengan pelatih beda-beda. Jadi gimana cara menempatkannya aja sih," kata Jajang Sukmara.

Menurut pemain yang akrab dipanggil Jasuke, ia mencapai puncak performanya di Persib kala ditukangi pelatih asal Kroasia, Drago Mamić. Sayang, Drago Mamić yang mulai bekerja pada September 2011 harus mengundurkan diri pada Maret 2012.

"Saya masuk line-up terus. Tapi pas 2015, saya digeser sama Pak Djanur (Djadjang Nurdjaman) jadi bek kanan. Saingan sama Dias Angga. Dias di bawah saya satu tahun," ujar Jajang Sukmara.

Mantan penggawa Pangeran Biru ini mengenang kembali persaingan sehat yang terjadi di dalam skuad saat itu untuk memperebutkan posisi utama.

"Kita mainnya ganti-gantian. Alhamdulillah, mungkin saya ada lebihnya sedikit. Ya, kita gantianlah," tutur Jajang Sukmara.

Bangga Bisa Gabung Persib

Bagi semua pemain asal Bandung, termasuk Jajang Sukmara, bergabung dengan Persib merupakan kebanggaan tersendiri.

"Kalau menurut Bobotoh, Persib itu bahasa hati. Di Persib pula saya bertemu tambatan hati. Ketemu isteri waktu saya bermain di Persib," tukas Jajang Sukmara.

Jajang Sukmara tak menampik, dalam beberapa musim terakhir, pemain lokal Bandung sangat sedikit di skuad Pangeran Biru. Hanya saja harus dilihat dari dua sisi.

"Balik lagi ke regulasi ya. Ada plus minusnya juga sih. Kita kan harus melihatnya dari dua sisi. Ada bagusnya, mungkin juga ada kurang bagusnya. Jadi kita tak bisa melihatnya dari satu sisi saja," katanya.

Tapi yang patut dibanggakan adalah pos bek kanan yang masih dipercayakan kepada putra daerah, termasuk Kakang Rudianto.

"Ada Kakang dan Frans Putros. Tapi Putros kan pemain asing. Selain Kakang, ada juga Robi Darwis," kata Jajang Sukmara.

Kehadiran talenta muda asli daerah diharapkan mampu memicu motivasi tinggi bagi generasi penerus sepak bola di Jawa Barat.

"Harapannya mah buat Persib semakin jaya selalu pastinya. Keduanya mungkin menjadikan roll mode anak-anak biar tambah semangat mengejar impian jadi pemain Persib. Bukan hanya impian anak-anaknya saja, tapi juga orang tuanya," tutup Jajang Sukmara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author