Ibu dengan Puting Datar dan Tenggelam Tetap Bisa Sukses Menyusui

Share

Proses menyusui kerap memicu kecemasan bagi para ibu baru. Tantangan yang dihadapi bervariasi, mulai dari kecukupan produksi ASI hingga kondisi anatomi payudara seperti ukuran puting yang kecil, datar, atau tenggelam. Dilansir dari HaiBunda, bentuk serta ukuran puting memengaruhi tingkat kemudahan bayi saat belajar menyusu pada tahap awal.

Kondisi ini tergolong variasi anatomi tubuh yang normal dan dialami sekitar 10 hingga 20 persen perempuan. Proses menyusui yang ideal terjadi saat bayi melekat dengan tepat hingga puting memanjang mencapai langit-langit lunak mulut bayi. Mekanisme tersebut berfungsi merangsang refleks mengisap agar aliran ASI keluar secara maksimal.

Bayi sebenarnya menyusu pada area payudara dan areola, bukan hanya pada bagian puting. Oleh karena itu, bentuk puting tidak menjadi hambatan utama dalam proses pemberian ASI selama teknik pelekatan dilakukan secara benar.

Puting tenggelam terjadi ketika posisi puting mengarah ke dalam tubuh. Sebaliknya, puting datar ditandai dengan bentuk yang tidak menonjol melewati areola saat mendapatkan stimulasi. Bentuk ini juga dapat berubah menjadi lebih menonjol setelah menjalani masa menyusui.

Pemeriksaan mandiri dapat dilakukan dengan menstimulasi puting secara lembut. Setelah menunggu 30 hingga 60 detik, amati arah juluran puting untuk mengetahui apakah tergolong menonjol, datar, atau tertarik ke dalam.

Metode Menyusui dan Penggunaan Alat Bantu

Penyesuaian teknik menyusui diperlukan pada minggu-minggu pertama pascamelahirkan. Penarik puting atau nipple everter dapat digunakan untuk menarik puting keluar secara sementara sebelum sesi menyusui dimulai.

Penggunaan pelindung puting berbahan silikon atau nipple shield membantu membimbing bayi yang kesulitan melekat langsung. Pemakaian alat bantu ini disarankan di bawah pengawasan konselor laktasi atau tenaga kesehatan.

Memompa ASI selama beberapa menit sebelum menyusui juga dapat merangsang penonjolan puting. Penggunaan bantalan khusus pada corong pompa membantu meningkatkan kenyamanan bagi ibu yang memiliki ukuran puting kecil.

Teknik Mendorong Pelekatan Bayi

Stimulasi mandiri dapat dilakukan dengan menggosok puting perlahan menggunakan jari atau memijatnya secara lembut. Mengompres payudara memakai kain dingin yang lembap turut membantu menonjolkan area puting.

Teknik menopang payudara dengan posisi jari membentuk huruf C memudahkan pengontrolan posisi saat memasukkan areola ke mulut bayi. Penekanan lembut pada jaringan payudara juga membantu pelekatan.

Memerah sedikit ASI menggunakan tangan yang bersih sebelum menyusui dapat memancing penonjolan puting. Eksplorasi berbagai posisi menyusui seperti cross-cradle hold, football hold, atau berbaring menyamping turut meningkatkan keberhasilan pelekatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author