Timnas Inggris Tunda Penerbangan ke Miami Akibat Badai Cuaca
Kondisi cuaca buruk memaksa tim nasional Inggris menunda penerbangan dari Kansas City menuju Miami menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Prancis pada Jumat, 17 Juli 2026. Penundaan ini terjadi setelah perkiraan hujan badai disertai kilat melanda Miami, yang juga berimbas pada mundurnya jadwal konferensi pers pelatih Thomas Tuchel dan bek John Stones di Stadion Hard Rock. Surat kabar Inggris The Sun melaporkan bahwa badai tersebut sempat menahan tim di markas latihan sebelum akhirnya jadwal konferensi pers digeser ke pukul 19.30 malam waktu Miami.
Meskipun ada potensi perubahan cuaca, pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu sore waktu setempat diprediksi tetap berjalan karena badai diperkirakan tidak sampai ke kota tersebut.
Masalah cuaca di Amerika Utara bukan pertama kali dialami skuad Inggris, mengingat laga persahabatan melawan Kosta Rika pada Juni lalu dan babak 16 besar melawan Meksiko di Mexico City juga sempat terganggu kendala serupa. Di tempat terpisah, tim nasional Argentina yang dipimpin Lionel Messi juga dilaporkan tertahan di Atlanta akibat badai petir menjelang pertandingan final melawan Spanyol.
Sementara itu, pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menegaskan kesiapan skuadnya untuk tetap tampil maksimal dalam laga perebutan tempat ketiga ini. "Ini bukan pertandingan persahabatan dan walau bukan laga yang ingin kami mainkan, tetap harus kami jalani," kata Deschamps dalam laman FIFA pada Sabtu.
Prancis harus melakoni laga ini setelah menelan kekalahan 0-2 dari Spanyol di semifinal, sedangkan Inggris dipastikan gagal ke final setelah kalah 1-2 dari Argentina. Deschamps menambahkan bahwa seluruh elemen tim memikul tanggung jawab besar untuk memenangkan pertandingan demi memperebutkan medali perunggu. "Memang ini tidak sepenting laga lainnya, namun saya tegaskan kembali: kami ada di sini," tegas Deschamps.
Apabila berhasil memenangkan pertandingan di Stadion Hard Rock ini, Prancis akan mencatatkan medali perunggu ketiga mereka setelah pencapaian pada Piala Dunia edisi 1958 dan 1986.