Dokter Ungkap Tiga Titik Tulang Belakang Paling Rentan Saraf Kejepit
Saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) kerap menyerang sistem persarafan di sepanjang tulang belakang. Sejumlah titik di area ini memiliki risiko gangguan yang jauh lebih tinggi dibanding bagian lainnya.
Dilansir dari Detik Health, titik di antara lumbar 4 dan 5 (L4-L5) menjadi lokasi yang paling sering mengalami masalah tersebut. Area paling bawah tulang belakang ini menanggung beban paling besar saat seseorang terlalu lama duduk.
Dokter bedah saraf dr M. Aulia Rahman SpBS-FTB, FINSS, menyebutkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama menjadi faktor risiko utama. Kondisi ini membuat para pekerja kantoran yang jarang bergerak menjadi sangat rentan.
"Proses duduk itu membuat tulang belakang ini ketekuk nih, sehingga bantalan ini jadi stres. Itu asal muasal kenapa kita sering mengalami masalah saraf kejepit," ujar dr Aulia.
Gejala khas yang muncul pada titik L4-L5 meliputi rasa nyeri serta kebas di bagian paha hingga menjalar ke area lain.
Selain L4-L5, area lumbar lain yang rentan menerima beban berlebih terletak di antara lumbar 5 dan sakral 1. Gangguan pada titik ini dikenal dengan istilah L5-S1.
"Kalau kita bicara daerah lumbar atau tulang belakang bagian bawah, yang berikutnya adalah ruas 5-1. 5 itu adalah lumbar 5, dengan S1," kata dr Aulia.
Sementara di bagian atas tulang belakang, titik leher C5-C6 (cervix 5 dan 6) menjadi area yang paling sering terdampak. Kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel serta posisi layar komputer yang tidak sejajar disinyalir sebagai pemicu utamanya.
"Di leher kita punya ruas 5 dan 6. Kenapa, karena kita sering main HP, HP itu kebiasaan kita begini terus menunduk. Akhirnya jadi masalah di sininya," tutur dr Aulia.
Sebagai langkah pencegahan, dr Aulia menyarankan penggunaan kursi ergonomis saat bekerja. Posisi layar monitor juga sebaiknya diatur sejajar dengan mata agar mengurangi frekuensi menunduk.
"Saraf kejepit itu bukan masalah 1-2 hari, tapi mengenai apa kebiasaan yang kita lakukan dalam jangka panjang," kata dr Aulia.