The Fed Pertahankan Suku Bunga Demi Kendalikan Inflasi AS
Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu, 29 Juli 2026. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara 9-3, dengan tiga anggota komite memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin karena kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi. Tiga pejabat yang memilih kenaikan adalah Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan yang menilai suku bunga perlu dinaikkan untuk meredam inflasi.
"Kami masih melihat aktivitas ekonomi berjalan dengan laju yang solid meski ketidakpastian meningkat, termasuk dampak konflik di Timur Tengah," ujar The Fed melalui pernyataan resmi mereka.
Bank sentral juga mencatat produktivitas dan investasi modal tetap kuat, sementara pertumbuhan lapangan kerja masih sesuai dengan pertumbuhan angkatan kerja dengan tingkat pengangguran yang relatif stabil. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2 persen, didorong oleh gangguan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga di beberapa sektor seperti energi.
Inflasi tahunan AS pada Juni 2026 tercatat turun menjadi 3,5 persen dari 4,2 persen pada Mei, terutama karena turunnya harga energi sebesar 5,7 persen yang menyeimbangkan kenaikan harga pangan dan perumahan. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (CPI) turun 0,4 persen pada Juni, setelah naik 0,5 persen pada Mei. Penurunan ini merupakan yang pertama dalam enam tahun dan terdalam sejak April 2020.
Pasar tenaga kerja juga menunjukkan perlambatan dengan penambahan hanya 57 ribu lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen bulan sebelumnya. The Fed menyatakan akan terus menjaga kecukupan cadangan di sistem perbankan dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga.