Gubernur The Fed Kevin Warsh Bentuk Lima Gugus Tugas Kebijakan
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Kevin Warsh mengumumkan pembentukan kepemimpinan lima gugus tugas untuk mengkaji pendekatan perumusan kebijakan lembaga tersebut pada Kamis, 10 Juli 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Langkah ini diambil guna membuka peluang terjadinya perubahan besar dalam cara bank sentral menjalankan kebijakan moneter. Sejumlah akademisi terkemuka, mantan bankir sentral, hingga eksekutif perusahaan ditunjuk untuk mengevaluasi strategi komunikasi, pengelolaan neraca senilai US$6,7 triliun, penggunaan data, produktivitas, lapangan kerja, serta kerangka kebijakan inflasi.
Perombakan ini sejalan dengan seruan Warsh sejak menjabat pada Mei lalu yang menginginkan adanya perubahan rezim di tubuh The Fed. Tim penasihat luar tersebut nantinya akan didukung penuh oleh staf internal Federal Reserve dalam menjalankan tugas mereka.
"Setiap gugus tugas akan mempertimbangkan secara saksama apakah metode, perangkat analisis, dan pendekatan kebijakan yang digunakan para pembuat kebijakan dapat ditingkatkan," kata Warsh, Gubernur The Fed.
Warsh, yang menargetkan hasil kesimpulan tim selesai sebelum akhir tahun ini, menunjuk figur lintas negara seperti mantan Gubernur Bank of England Mervyn King dan mantan Presiden Bank Sentral Brasil Arminio Fraga. Mantan Gubernur Reserve Bank of India Raghuram Rajan, Karen Dynan dari Universitas Harvard, serta mantan CEO Walmart Inc. Doug McMillon juga turut dilibatkan.
"Tujuannya sederhana, yaitu memastikan The Fed berada pada posisi terbaik untuk mencapai mandatnya di masa yang sangat penting ini," ujar Warsh, Gubernur The Fed.
Keputusan pembentukan tim ahli ini mendapat perhatian dari kalangan pengamat ekonomi karena komposisi anggotanya yang dinilai memiliki rekam jejak kuat di sektor keuangan global.
"Ini adalah daftar yang sangat mengesankan yang disusun oleh Ketua Warsh dan saya yakin akan memperkaya diskusi mengenai berbagai isu penting," kata Joe Brusuelas, Kepala Ekonom RSM US.
Kendati mengapresiasi susunan tokoh tersebut, Brusuelas memberikan catatan kritis mengenai efektivitas tim luar ini mengingat The Fed sebenarnya telah diperkuat oleh banyak pakar internal internal.
"Namun, The Fed sudah memiliki banyak ekonom bergelar doktor (Ph.D.) yang telah meneliti bidang-bidang tersebut. Jadi saya belum sepenuhnya yakin bahwa gugus tugas ini akan memberikan pemahaman baru mengenai produktivitas dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)," tambah Joe Brusuelas, Kepala Ekonom RSM US.