Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Bintang 2

Share

PT Pertamina Energy Terminal (PET) meraih sertifikasi Green Terminal Label Bintang 2 dari Bureau Veritas untuk Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, pada Jumat (7/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pencapaian ini menobatkan fasiltas penampungan LPG tersebut sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang berhasil mengantongi predikat keberlanjutan tersebut.

Sertifikasi Green Terminal umumnya diterapkan pada fasilitas energi berisiko tinggi. Raihan ini diraih setelah melalui rangkaian verifikasi sejak 11 Februari 2026 hingga audit final pada Juli 2026 dengan skor 78,86 persen.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono memberikan tanggapan terkait keberhasilan transformasi perusahaan dalam mendorong pengelolaan terminal energi yang ramah lingkungan.

"Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan," ujar Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina.

Agung menambahkan bahwa penerapan standar keberlanjutan ini membuktikan keandalan sistem operasional di fasilitas penampungan LPG tersebut.

"Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon," jelas Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina.

Pertamina juga berencana mereplikasi konsep ini ke enam terminal lainnya, seperti Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

"Kami ingin mereplikasi konsep Green Terminal ini ke terminal-terminal lainnya sehingga semakin banyak fasilitas Pertamina yang beroperasi dengan prinsip keberlanjutan. Keunggulan Pertamina sebagai perusahaan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi. Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai," jelas Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina.

Pengakuan dari lembaga independen internasional tersebut dinilai mengonfirmasi standar kelas dunia yang telah diterapkan di area operasional.

"Audit ini dilakukan oleh BV sebagai Lembaga auditor independen internasional dan membuktikan bahwa standar yang diterapkan sudah berkelas dunia," kata Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina.

Proses penilaian independen oleh pihak Bureau Veritas dilakukan melalui pengujian ketat berbasis data dan bukti empiris di lapangan.

"Kami melakukan proses verifikasi secara independen. Penilaiannya harus berdasarkan bukti dan data yang nyata, bukan hanya pernyataan. Setelah seluruh aspek memenuhi persyaratan, kami menyatakan terminal ini layak memperoleh sertifikasi Green Terminal Label bintang 2," jelas Joko Prakoso, Bureau Veritas Southeast Asia Industry Director.

Penilaian tersebut mencakup indikator kinerja lingkungan, efisiensi energi, emisi gas rumah kaca, HSE, hingga tata kelola perusahaan.

"Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi penerapan praktik-praktik berkelanjutan yang lebih luas di seluruh sektor energi," kata Joko Prakoso, Bureau Veritas Southeast Asia Industry Director.

Terminal LPG Tanjung Sekong menyokong 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional dengan kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT serta fasilitas dermaga untuk kapal berkapasitas 3.500 hingga 65.000 DWT.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author