Pemerintah Tingkatkan Tata Kelola Bandara Guna Atasi Keterlambatan Penerbangan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono fokus membenahi masalah keterlambatan penerbangan demi memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan. Langkah penataan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinator Tingkat Menteri di Jakarta pada Kamis (25/6/2026) seperti dilansir dari Detik Finance.
Peningkatan kualitas layanan bandara dipandang krusial karena sektor aviasi menjadi roda penggerak ekonomi serta penopang industri pariwisata. Pihak kementerian menilai pembenahan performa ketepatan waktu penerbangan atau on time performance mendesak dilakukan akibat tingginya keluhan masyarakat.
Masalah keterlambatan yang berdurasi lama menjadi titik krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan.
"Ini yang selalu juga menjadi concern masyarakat luas, yang kalau berbicara concern, yang paling sering juga menjadi perhatian luas ketika terjadi delay yang terlalu lama," terang AHY dalam rakor di Kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Faktor cuaca buruk serta kendala teknis operasional diakui menjadi penyebab yang sering memicu hambatan jadwal terbang pesawat di lapangan.
"Ketidakjelasan jika ada faktor-faktor apakah cuaca atau hal-hal teknis lainnya. Maka kita harus tingkatkan layanan ini terkait dengan on time performance," tegasnya.
Pemerintah menilai kelancaran arus transportasi udara berkorelasi langsung terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi logistik secara nasional.
"Mengapa isu ini penting? Karena salah satu upaya kita untuk menggerakkan ekonomi secara nasional dan juga di berbagai daerah adalah melalui penguatan tata kelola ekosistem ke bandarudaraan sebagai salah satu moda transportasi yang diharapkan bisa meningkatkan mobilitas atau transportasi manusia, barang, maupun jasa," terangnya.