Tasya Farasya Mengaku Alami Depresi Mayor dan Gangguan Kesehatan Mental

Share

Selebgram Tasya Farasya mengungkapkan perjuangannya menghadapi gangguan kesehatan mental yang ia alami selama beberapa tahun terakhir. Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari HaiBunda.

Tasya membeberkan sejumlah kondisi medis dan psikologis yang dihadapinya saat ini. Ia menyampaikan hal tersebut secara terbuka kepada para pengikutnya di media sosial.

"Aku udah mau menjanda selama satu tahun dan aku udah didiagnosa major depression selama empat tahun. Aku juga ada PTSD, panic attack, dan anxiety attack," ujar Tasya.

Proses menghadapi masalah mental tersebut dinilainya tidak mudah. Meskipun menerima banyak dukungan dari orang-orang sekitar dan pengikutnya yang meminta agar ia mengambil waktu istirahat, Tasya mengaku tidak memiliki kesempatan untuk memproses kondisi tersebut.

"Tapi sebenarnya tuh orang-orang sekitar aku, dan juga netizen yang follow aku banyak yang baik-baik banget dan bilang kayak, ‘Tasya take your time’. Tapi time apa? Enggak ada waktu untuk memproses semua ini," ungkap Tasya.

Di balik penampilannya di depan kamera, ia sering merasakan burn out dan kelelahan fisik maupun emosional yang berlebihan. Kondisi tersebut membuatnya menjalankan rutinitas seperti robot.

"Tiba-tiba all of sudden udah mau satu tahun aja terjadi. Aku benar-benar ngejalanin semua ini kayak robot gitu jadinya. Jadi, mungkin kalau kalian ngelihat aku di video agak suka capek atau apa gitu, harap maklum ya karena memang ini terkadang suka overtired," tuturnya.

Kondisi finansial dan gaya hidup mewah yang dimilikinya juga diakui tidak serta-merta membantu mengelola masalah kesehatan mental. Ia menyadari kemewahan merupakan sebuah hak istimewa, namun beban mental tetap dirasakannya sebagai manusia biasa.

"Tapi pasti setiap aku komplain atau kayak aku curhat gitu, banyak yang bilang, ‘Seenggaknya kamu masih kaya’, ‘Ngejalanin ini dengan kemewahan’. Aku tuh ngerti banget, aku memang privilege di situ gitu. Tapi enggak menutup keadaan di mana aku juga mentally drained dan sebenarnya aku juga manusia biasa," ungkap Tasya.

Ia menambahkan bahwa tidak semua kendala hidup bisa diselesaikan semata-mata dengan uang.

"Enggak semua masalah itu bisa diselesaikan dengan uang, aku enggak tahu kalimat aku itu bijak atau karena uang aku kurang banyak ya mungkin karena enggak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang," sambungnya.

Sebagai ibu dari dua anak, Tasya menegaskan memiliki beban hidup dan masa lalu sama seperti masyarakat pada umumnya.

"All of the sudden udah mau satu tahun aku menjadi janda. Aku cuman pengen kayak lebih open up aja ke kalian kalau I’m just a human too. Ya, benar, Tasya Farasya tuh manusia. Manusia yang bernadi dan jantungnya berdetak, punya kesalahan, punya masa lalu, dan punya beban hidup juga," ujar Tasya.

Kendati demikian, Tasya menyampaikan rasa syukur karena tetap mendapatkan dukungan penuh dari keluarga serta tim kerjanya. Ibunya turut membantu menjaga anak-anak serta menjadi tempatnya berbagi cerita.

"Tapi aku tetap bersyukur sih, I have so many people around me yang support aku gitu. Team aku benar-benar kayak selalu ada buat aku setiap hari dan juga selalu ada mama yang bisa menjadi sahabat curhat dan menjaga anak-anak aku. Benar-benar semua anak aku sayang banget sama neneknya," tutur Tasya.

Unggahan tersebut merupakan kali pertama bagi Tasya membagikan kondisi kesehatan mentalnya secara terbuka melalui video, dengan harapan dapat memberi semangat kepada penonton yang mengalami kondisi serupa.

"Ini pertama kali sih aku bikin video kayak gini, aku enggak tahu akan diupload atau enggak. Kalaupun sampai aku upload, berarti aku udah punya keberanian besar untuk menguplaod ini dan semoga yang nonton, kalo ada yang relate, kalian enggak ngerasa sendirian ya," ungkapnya.

Selain itu, Tasya membagikan perkembangan kondisinya terkait gangguan tidur berat atau insomnia yang sebelumnya dialami. Saat ini ia terbantu oleh pengobatan medis sehingga bisa tidur selama 8 hingga 10 jam sehari.

"Tapi ada satu hal yang aku syukurin. Buat kalian yang tau kan insomnia berat. Tapi belakangan ini aku udah enggak insomnia lagi.

Walaupun masih on medication. Tapi my medication bisa membantu aku tidur 8-10 jam. Jadi sekarang at least aku punya kebahagiaan saat tidur," ujar Tasya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author