Kementerian ESDM Sebut Tarif Listrik Tidak Naik Sejak 2017

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2017, seperti dilansir dari Detik Finance pada Kamis (4/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR.

Pengecualian kebijakan ini hanya menyasar pelanggan rumah tangga dengan daya di atas 3.500 volt ampere (VA) serta golongan pemerintah yang telah disesuaikan pada tahun 2022 lalu.

"Untuk tarif listrik yang berlaku saat ini, pada dasarnya tidak mengalami kenaikan sejak 1 Januari 2017, kecuali untuk pelanggan rumah tangga di atas 3.500 VA dan tarif pemerintah yang mengalami penyesuaian pada tahun 2022," ujar Tri menekankan.

Ketiadaan penyesuaian harga dalam jangka waktu panjang tersebut berdampak pada melonjaknya alokasi anggaran negara demi menutupi selisih biaya penyediaan setrum.

Tri Winarno memaparkan bahwa anggaran penopang tarif tersebut terus membesar, dengan realisasi subsidi dan kompensasi listrik mencapai Rp123 triliun pada 2023, kemudian melonjak menjadi Rp177 triliun pada 2024, dan menyentuh Rp201 triliun pada 2025.

Sementara untuk tahun ini, pemerintah menetapkan alokasi subsidi listrik sebesar Rp100,83 triliun dengan proyeksi kebutuhan kompensasi yang diperkirakan menyentuh angka Rp144 triliun.

"Hingga April 2026, realisasi pembiayaan subsidi dan kompensasi listrik telah mencapai Rp 59,9 triliun, dengan rincian subsidi sebesar Rp 30 triliun dan kompensasi sebesar Rp 29,9 triliun," jelas Tri.

Terkait perencanaan anggaran tahun mendatang, permohonan dana bantuan modal untuk sektor ketenagalistrikan kembali diajukan demi menjamin pasokan energi murah bagi jutaan masyarakat.

Pemerintah mengusulkan pagu subsidi listrik sebesar Rp108,43 triliun pada tahun anggaran 2027 yang dialokasikan bagi mendukung 45,91 juta pelanggan penerima bantuan.

"Serta target penjualan listrik bersubsidi diperkirakan mencapai 83,6 TWh atau sekitar 24% dari total proyeksi penjualan listrik nasional sebesar 348,78 TWh," pungkas Tri menjelaskan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author