Susi Pudjiastuti Dukung Pendirian Danantara Guna Cegah Manipulasi Ekspor

Share

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis sumber daya alam pada Jumat (25/5/2026), dilansir dari Detik Finance.

Langkah pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru ini dinilai krusial demi memperkuat transparansi perdagangan. Kehadiran pintu tunggal tersebut diharapkan mampu menutup celah berbagai praktik manipulasi dalam transaksi pengiriman barang ke luar negeri.

Melalui akun media sosial X pribadinya, Susi Pudjiastuti menyoroti persoalan laporan nilai ekspor yang lebih rendah dari aslinya, pengalihan harga, hingga transaksi ekspor yang tidak tercatat secara optimal. Hal tersebut berdampak langsung pada penurunan penerimaan kas negara.

"Justru ini yang terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice/transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan," tulis Susi, dikutip dari Antara, Senin (25/5/2026).

Respons tertulis tersebut menanggapi sebuah utas analisis dari akun pengamat bisnis @Strategi_Bisnis. Analisis itu memaparkan bahwa posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global kerap kali masih belum kuat meskipun statusnya sebagai produsen besar berbagai komoditas dunia.

Kebocoran pendapatan negara akibat nilai transaksi ekspor yang dilaporkan lebih rendah kerap melibatkan pembeli yang masih terafiliasi dengan pihak eksportir.

"Dampaknya cukup besar. Negara bisa kehilangan potensi pajak dan devisa. Di sisi lain, eksportir yang patuh jadi kalah saing dengan pemain yang memanipulasi laporan. Kalau dibiarkan, pasar jadi tidak sehat," tulis @Strategi_Bisnis.

Akun pengamat tersebut menambahkan bahwa kehadiran entitas seperti DSI dapat berfungsi sebagai kendali strategis. Instrumen ini bertugas memastikan volume dan nilai ekspor tercatat secara akurat sesuai transaksi riil demi terciptanya keadilan pedagangan.

"Indonesia juga butuh kedaulatan data perdagangan komoditas strategis. Ujungnya adalah memperkuat bargaining power Indonesia. Kalau kita produsen besar, seharusnya kita juga punya posisi tawar yang kuat dalam perdagangan global," sebut @Strategi_Bisnis.

Dukungan dari mantan menteri dan pengamat bisnis ini selaras dengan peta jalan pemerintah pusat. CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan DSI disiapkan khusus untuk menata ulang sistem perdagangan dan menyapu bersih praktik penetapan harga ekspor tak wajar.

Pemerintah kini resmi mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy) untuk dilakukan satu pintu melalui BUMN tersebut. Kebijakan ini diambil guna memperkuat pengawasan dan memastikan harga transaksi sejalan dengan indeks pasar global.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author