Kapal Supertanker Minyak Bersandar di Pelabuhan Iran Siasati Blokade AS
Sebuah kapal supertanker minyak perdana terpantau bersandar di Pulau Kharg, fasilitas ekspor utama Iran di Teluk Persia utara, pada Selasa (2/6/2026) pagi waktu setempat. Aktivitas maritim ini menandai kembalinya pemuatan setelah hampir sebulan terhenti akibat blokade ketat dari Amerika Serikat.
Keberadaan kapal berukuran Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut terdeteksi melalui citra satelit Sentinel 1 milik Uni Eropa, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Berdasarkan data satelit, tidak ada kapal sejenis yang terlihat bersandar di dermaga barat Pulau Kharg sejak tanggal 6 Mei sebelumnya.
Penurunan drastis pada aktivitas pelayaran mengindikasikan bahwa Teheran kemungkinan telah kehabisan armada tanker yang tersedia. Pilihan lainnya, pihak berwenang sengaja menahan pengisian muatan karena ketidakpastian akses kapal untuk menembus pasar global, padahal proses pemuatan biasanya berlangsung hampir setiap hari.
Keluar atau tidaknya kapal tanker ini dari kawasan Teluk Persia masih menjadi ketidakpastian yang besar. Organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran dalam laporannya mencatat bahwa tidak ada satu pun ekspor minyak mentah dari Teheran yang berhasil lolos dari penjagaan ketat Washington sepanjang Mei.
Tindakan penutupan jalur laut oleh Washington berimbas langsung pada hilangnya pendapatan minyak Teheran sekaligus memotong pasokan jutaan barel dari pasar internasional. Sebelum sanksi sepihak ini diterapkan, Iran sempat menjadi eksportir dominan setelah membatasi pemakaian Selat Hormuz oleh kapal-kapal asing.
Pemantauan udara melalui satelit Sentinel 1 dan 2 milik Uni Eropa berhasil menangkap gambar Pulau Kharg selama 17 hari dari total 26 hari sejak awal Mei. Hanya terdapat satu celah kosong tanpa dokumentasi satelit antara 21 hingga 24 Mei, yang dinilai cukup bagi supertanker untuk memuat minyak secara rahasia.
Di sisi lain, ketegangan militer terus berlanjut di perairan internasional setelah pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan tindakan ofensif terhadap armada yang dicurigai menuju pelabuhan Teheran.
"menerapkan tindakan blokade terhadap kapal tanker M/T Lexie berbendera Botswana saat melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg,"
kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam unggahan di X pada Selasa. Pihak militer melaporkan penembakan rudal tepat mengarah ke ruang mesin kapal, yang diketahui mengibarkan bendera palsu Komoro di beberapa sistem pelayaran.
Sejak pemberlakuan blokade penuh pada 13 April terhadap arus maritim pelabuhan Iran, CENTCOM mengklaim telah melumpuhkan enam kapal komersial dan memaksa 122 kapal lainnya berbalik arah.