Sudaryono Resmi Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Penunjukan mantan Wakil Menteri Pertanian ini dilakukan guna memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri setelah 45 hari menjabat untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Pergantian ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Pergantian kepemimpinan BGN ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 50 hari. Sebelumnya, Kepala BGN pertama, Dadan Hindayana, dicopot dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penentuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pengadaan motor listrik oleh Kejaksaan Agung RI pada 3 Juni 2026.
Usai mengucap sumpah jabatan, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk menjalankan tata kelola BGN secara transparan dan terhindar dari penyalahgunaan wewenang.
"Saya mohon doa, mohon dukungan, mohon restu untuk kami bersama-sama dengan Wakil Kepala Bu Arumsari dan Pak Trenggono, beserta seluruh jajaran BGN dan seluruh stakeholder. Di sini ada SPPG, ada SPPI, ada mitra dan lain-lain. Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hengki-pengki dan copet-copetan sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Sudaryono setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menyoroti tanggung jawab besar yang diembannya dalam mengelola anggaran negara untuk program prioritas pemerintahan saat ini.
"Tentu saja ini adalah amanah yang, amanah besar bagi saya. Ini satu amanah besar karena memang program Makan Bergizi Gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka," ujar dia.
Sudaryono juga memperingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan kedekatan personal atau mencoba melakukan praktik titip-menitip proyek di BGN.
"Selain itu saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh sahabat keluarga dan rekan yang mengenal saya dan saya juga mengenalnya, yang mencintai saya dan saya juga mencintainya, minta maaf mungkin saya tidak kemudian memberikan atensi khusus atau tidak memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan. Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin menyelesaikan persoalan, follow up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem," kata Sudaryono.
Guna mencegah timbulnya kesepakatan tertutup, ia menekankan pentingnya keterbukaan publik dalam setiap pembahasan dan pengambilan keputusan.
"Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan dilihat orang. Saya kira penting untuk saya sampaikan," kata dia.
Secara terpisah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengapresiasi rekam jejak Sudaryono di sektor pangan dan berharap kepemimpinan baru ini memperkuat efektivitas program.
"Saya percaya dengan pengalaman Pak Sudaryono sebagai Wamentan yang mengawal ketahanan pangan dan dan didukung komitmen kuat jajaran BGN, program MBG bisa berjalan dengan tata kelola yang lebih baik, transparan dan tepat sasaran," kata Wapres lewat keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Wapres Gibran mendorong penyerapan anggaran MBG diprioritaskan pada wilayah yang mengalami masalah gizi serius.
"Saya mendukung penuh pelaksanaan MBG yang fokus di daerah 3T dengan melibatkan UMKM, kantin sekolah dan orang tua siswa. Kita ingin MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden, dapat berjalan dengan manajemen yang lebih rapi, terukur dan terhindar dari praktek-praktek korupsi."
Sudaryono mengimbau publik agar segera melaporkan pihak-pihak yang menjual namanya demi mendapat keuntungan dari proyek MBG.
"Kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar," ujar Sudaryono usai dilantik sebagai kepala BGN di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).
Ia meminta masyarakat tidak ragu menyerahkan temuan pelanggaran hukum tersebut kepada instansi berwenang.
"Saya minta kepada yang bersangkutan misalnya, itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena ini betul-betul kita serius untuk menangani perkara ini," ujarnya.
Untuk membendung celah nepotisme, Sudaryono mempraktikkan kebijakan setara kepada rekan dan kerabatnya.
"Saya tidak kemudian memberikan atensi khusus atau memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan. Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem," ujarnya.
Langkah pembenahan tata kelola BGN direncanakan mencakup perbaikan transparansi dan penerapan sistem digitalisasi pada administrasi kerja.
"Kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang, yang gelap, di private room, di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan dilihat orang," ujar Sudaryono.
Di sisi lain, mantan Kepala BGN Nanik S. Deyang menyampaikan pesan pamit melalui media sosial pribadinya sebelum bertolak ke luar negeri.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," ujar Nanik dalam akun Facebook pribadinya, dikutip Rabu (22/7/2026).
Nanik menambahkan bahwa Presiden telah menyetujui pengunduran dirinya dan memintanya tetap berkontribusi di struktur pengawasan.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tuturnya.
Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas untuk BGN, di mana Nanik ditunjuk menjadi ketuanya.
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," tegas Nanik.
Sudaryono menyatakan berfokus pada kerja keras dan memohon dukungan publik untuk membenahi BGN ke depan.
"Doakan saya amanah, doakan saya baik. Mohon dukungan rekan media semua. Satu yang saya janjikan, saya kerja dengan sebaik-baiknya, kerja keras," imbuh dia.