Sucor Sekuritas Soroti Peran Investor Perempuan dalam Pasar Modal

Share

Ajang Stock Idea Festival yang diinisiasi oleh Sucor Sekuritas pada Sabtu (23/5/2026) menyoroti lonjakan keterlibatan investor perempuan yang kini menjadi motor baru likuiditas domestik di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pergeseran demografis di pasar modal Indonesia tersebut dibahas secara mendalam dalam sesi diskusi bertajuk "Woman in Investing: Building Portfolios with Distinct Trading Style", sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Pertumbuhan basis investor ritel baru ini memicu pertanyaan mendasar mengenai peluang menjadikan instrumen saham sebagai mata pencaharian penuh waktu atau full-time trader.

Investor Profesional, Jessica Wijaya menegaskan bahwa para pelaku pasar harus berani terjun langsung untuk memahami dinamika pasar secara riil agar bisa mengetahui kecocokan mereka.

"Mesti menceburkan diri langsung untuk tahu mana gaya yang cocok," ujar Jessica Wijaya, Investor Profesional.

Kendati demikian, pasar saham memerlukan persiapan yang matang dan manajemen emosi yang baik.

Tantangan kultural dan struktural seperti multiperan sebagai istri dan ibu juga kerap menyita energi perempuan dalam memantau pergerakan grafik saham secara fokus.

"Perempuan dibebani tugas mengurus rumah tangga dan anak, sehingga tantangan untuk fokus di investasi atau trading saham menjadi lebih sulit. Kita juga masih kekurangan role model perempuan di industri ini," ungkap Jessica Wijaya, Investor Profesional.

Pendiri Wisdom and Invest, Vonny Ramali menyoroti pentingnya sistem dan kejujuran psikologis dalam bertransaksi agar modal tidak habis menguap akibat keputusan impulsif.

Menurut analisisnya, banyak pelaku pasar yang keliru mengidentifikasi motivasi awal mereka saat memutuskan masuk ke pasar saham.

"Banyak yang sebenarnya bukan mencari cuan utama, melainkan hanya mencari adrenalin atau sekadar mengisi waktu luang. Di sisi lain, ada juga yang memang menikmati proses trading sebagai bentuk aktualisasi diri," kata Vonny Ramali, Pendiri Wisdom and Invest.

Oleh karena itu, penyusunan sistem yang disiplin dan kehadiran support system dari lingkungan terdekat menjadi variabel penentu keberhasilan perempuan dalam membagi waktu untuk menganalisis pasar.

Di sisi lain, karakteristik psikologis perempuan yang cenderung konservatif dan penuh perhitungan justru menjadi keunggulan komparatif alami dalam hal manajemen risiko.

Pendiri Cuan Lovers, Rita Efendy mengamati bahwa perempuan bersikap sangat hati-hati dan berpikir jangka panjang sebelum memutar uang demi memenuhi kebutuhan pendapatan tambahan.

"Saya selalu mendorong mereka untuk mulai saja dulu. Setelah berinvestasi, mereka justru sering kali mencatatkan return atau profit yang lebih baik. Mengapa? Karena mereka lebih disiplin dalam menjaga cut loss dan lebih jeli membaca risiko sebelum mengambil keputusan," jelas Rita Efendy, Pendiri Cuan Lovers.

Guna menjembatani keterbatasan akses informasi, Rita menekankan pentingnya kolaborasi melalui wadah komunitas.

Sinergi antara investor perempuan dan pakar saham dalam komunitas seperti Cuan Lovers diharapkan mampu mempercepat kurva pembelajaran serta melahirkan investor baru yang berbasis data valid.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author