Suahasil Nazara Tegaskan Pasar Obligasi Indonesia Tetap Tangguh
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan daya tahan pasar obligasi pemerintah Indonesia di tengah gejolak pasar global pada Kamis (4/6/2026). Stabilitas ini ditopang oleh kredibilitas kebijakan yang diterapkan serta kuatnya basis investor domestik, seperti dilansir dari Detik Finance.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum UBS Asian Investment Conference (AIC) yang diselenggarakan di Singapura dan Hong Kong. Suahasil menjelaskan bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini ditopang oleh sektor investasi, manufaktur, jasa, dan konsumsi rumah tangga.
Pemerintah juga terus berkomitmen menjaga disiplin fiskal demi pengelolaan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah penerapan batas maksimal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 3 persen.
"Bahkan di tengah volatilitas global, pasar obligasi pemerintah Indonesia tetap tangguh, didukung oleh kredibilitas kebijakan dan basis investor domestik yang stabil. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber), guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas makroekonomi," ungkap Suahasil, Wakil Menteri Keuangan.
Optimisme serupa juga datang dari Head of UBS Indonesia Research UBS Investment Bank, Joshua Tanja. Pihaknya meyakini laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil berkat kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana, serta momentum di sektor jasa dan manufaktur.
"Konsumsi rumah tangga juga mendapat manfaat dari dukungan fiskal yang tepat sasaran, yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan dalam jangka pendek," jelas Joshua Tanja, Head of UBS Indonesia Research UBS Investment Bank.
Pertemuan ekonomi internasional AIC tersebut berhasil mempertemukan lebih dari 6.000 investor global. Selain itu, pihak penyelenggara juga memfasilitasi lebih dari 3.000 pertemuan yang melibatkan perusahaan publik, swasta, dan para investor.
"Acara ini menyajikan diskusi makro yang mencakup perdagangan global, komoditas, dan perubahan kebijakan dengan latar belakang dinamika kebijakan dan perdagangan global," terang Joshua Tanja, Head of UBS Indonesia Research UBS Investment Bank.
Rangkaian agenda utama dalam kedua konferensi tersebut meliputi dialog utama, diskusi panel mendalam, side events, serta tur riset yang dipimpin oleh UBS.