Studi Temukan Gen GDF15 Jadi Pemicu Utama Mual Ekstrem Ibu Hamil

Share

Mual dan muntah ekstrem pada awal masa kehamilan atau hiperemesis gravidarum kini menemukan titik terang mengenai penyebab utamanya. Kondisi ini kerap memicu risiko kesehatan serius bagi ibu hamil, seperti dehidrasi berat hingga penurunan berat badan secara drastis.

Masalah gangguan kehamilan ini sering kali membuat para ibu hamil mengalami kesulitan untuk makan, minum, bahkan beristirahat dengan baik. Pada beberapa kasus yang parah, penanganan medis intensif di rumah sakit sangat diperlukan.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa faktor genetik memegang peran besar dalam tingkat keparahan mual dan muntah tersebut. Faktor ini menggeser anggapan lama terkait hormon yang memicu kondisi ini.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics, seperti dilansir dari HaiBunda, menemukan ada 10 gen yang berkaitan erat dengan hiperemesis gravidarum. Para ahli menyepakati bahwa pendorong utama kondisi ini adalah gen penghasil hormon GDF15.

Selama ini, hormon hCG dan estrogen kerap dituduh sebagai penyebab utama mual parah yang dialami ibu hamil. Namun, data ilmiah terbaru justru membuktikan bahwa hormon GDF15 memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat.

Hormon GDF15 merupakan hormon yang berfungsi mengatur nafsu makan sekaligus mengontrol respons tubuh terhadap rasa mual. Perubahan pada gen penghasil hormon ini secara signifikan meningkatkan risiko ibu hamil terkena hiperemesis gravidarum.

Riset berskala besar ini dipimpin oleh Dr. Marlena Fejzo dari University of Southern California. Penelitian melibatkan hampir 11 ribu ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum dan lebih dari 420 ribu ibu hamil tanpa keluhan tersebut.

Keterlibatan ratusan ribu partisipan dengan latar belakang yang beragam menjadikan studi ini sebagai penelitian terbesar di bidangnya. Skala riset yang luas membuat hasil temuan dinilai sangat kuat, akurat, serta valid.

Seorang dokter spesialis hiperemesis gravidarum, Dr. Andrew Housholder, memberikan tanggapan mengenai hasil temuan besar ini.

"Penelitian yang sangat bagus ini memperkuat jalur penghasil hormon GDF15 sebagai pendorong utama HG di berbagai populasi yang luas dan beragam. Ini seharusnya mengakhiri diskusi tentang HG sebagai sensitivitas terhadap hCG dan estrogen," kata Andrew Housholder.

Gen-gen yang teridentifikasi dalam riset ini memegang fungsi krusial terhadap cara tubuh merespons makanan. Reaksi mual dan muntah ekstrem pada pasien hiperemesis gravidarum merupakan bentuk dari manifestasi genetik tersebut.

Mengingat penyebabnya yang kompleks, pemahaman yang baik mengenai kondisi ini sangat penting bagi ibu hamil. Edukasi yang tepat dapat membantu masa kehamilan berjalan dengan lebih aman dan nyaman.

Marlena Fejzo juga mengingatkan para ibu hamil untuk terus memperbarui informasi mengenai hiperemesis gravidarum. Langkah ini penting dilakukan sembari menunggu pengembangan riset lebih lanjut terkait solusi dan metode pengobatannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author