Stres Kronis Picu Kenaikan Kolesterol Tinggi dan Risiko Jantung

Share

Kolesterol tinggi biasanya diidentifikasi akibat konsumsi makanan tidak sehat yang kaya lemak jenuh. Namun, terdapat aspek lain seperti tekanan mental yang mampu memicu lonjakan kadar kolesterol dalam tubuh.

Dikutip dari Detik Health, kondisi tertekan yang berlangsung lama dapat menaikkan risiko kolesterol tinggi hingga memicu penyakit jantung. Ketika seseorang tegang, tubuh memproduksi hormon adrenalin dan kortisol untuk meningkatkan detak jantung serta kemampuan berpikir.

Kadar kortisol yang menetap dalam waktu lama akibat stres kronis dapat menaikkan kolesterol. Kelebihan LDL atau kolesterol jahat berpotensi menumpuk pada dinding arteri hingga memicu penyumbatan pembuluh darah.

Stres juga memicu proses peradangan yang berdampak pada penurunan kadar HDL atau kolesterol baik. Padahal, HDL berfungsi penting dalam membantu membersihkan kelebihan LDL dari tubuh.

"Kortisol dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah," kata spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Erta Priadi Wirawijaya, SpJP, FIHA.

Sebagian korelasi antara tekanan mental dan kolesterol terletak pada mekanisme penanganan yang dipilih seseorang. Saat tertekan, sebagian orang cenderung merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebih, hingga malas berolahraga yang akhirnya memicu kolesterol tinggi.

Penelitian berskala besar terhadap lebih dari 91.000 orang dewasa menunjukkan bahwa tekanan di lingkungan kerja berkaitan erat dengan tingginya kadar LDL dan rendahnya HDL. Pekerja dengan tekanan tinggi juga cenderung mengonsumsi obat penurun kolesterol.

Studi lain terhadap penegak hukum di Iowa mengungkapkan petugas wanita lebih banyak mengalami tekanan mental dan kolesterol tinggi dibanding pria. Kelompok wanita tersebut juga memiliki kecenderungan mengalami obesitas.

Riset terhadap 439 pengemudi bus, truk, dan taksi juga memperlihatkan hasil serupa. Pengemudi yang mengalami tekanan kerja cenderung memiliki kadar LDL serta trigliserida tinggi, HDL rendah, dan tekanan darah tinggi.

Langkah Mengelola Tekanan Mental

Saat situasi terasa berat, penting untuk mengontrol diri dari keinginan mengonsumsi makanan cepat saji atau alkohol secara berlebihan. Perubahan gaya hidup seperti olahraga rutin dan konsumsi makanan bernutrisi efektif membantu mengendalikan kondisi ini.

Komunikasi aktif dengan teman, keluarga, atau rekan kerja juga dapat mengembalikan semangat. Menulis jurnal atau blog bisa menjadi alternatif untuk mengekspresikan pikiran daripada memendam emosi sendirian.

Mendengarkan musik bertempo lambat dapat memberikan efek relaksasi yang menenangkan tubuh. Sementara itu, aktivitas olahraga teratur akan merangsang pelepasan hormon endorfin yang berfungsi meredakan tekanan secara alami.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?

Pemeriksaan ke tenaga profesional perlu dipertimbangkan jika kondisi tertekan tidak kunjung hilang selama berminggu-minggu, karena bisa mengindikasikan kecemasan atau depresi. Gangguan tidur seperti sulit terlelap atau kelelahan di siang hari juga menjadi tanda waspada.

Gejala fisik seperti sakit kepala berkepanjangan, nyeri lambung, hingga otot yang tegang juga memerlukan perhatian medis segera.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author